Kisah Haru Anak Yatim Piatu dari Rumah Tak Layak Huni, Kini Bisa Belajar di Sekolah Rakyat Jember
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 209 Kali
Bagikan Via:
Kisah Haru Anak Yatim Piatu dari Rumah Tak Layak Huni, Kini Bisa Belajar di Sekolah Rakyat Jember
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 - Secercah harapan kini menghampiri Ika Nasila, siswi kelas 7 Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Jember. Anak yatim piatu yang selama ini tinggal di rumah tak layak huni tersebut resmi menempuh pendidikan gratis dan menetap di asrama sekolah.
Sebelumnya, Nasila menjalani hidup penuh keterbatasan di rumah berlantai tanah berdebu, berdinding retak, serta beratap bocor. Kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata aman dan nyaman, baik saat diterpa hujan maupun terik panas.
Kini, beban Nasila berkurang. Seluruh biaya pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jember ditanggung sepenuhnya oleh negara. Fasilitas yang diterima mencakup asrama layak, makan bergizi tiga kali sehari, seragam, buku, hingga perlengkapan harian.
Ketua RW 05 Desa Mojosari, Heri, berharap Pemerintah Kabupaten Jember memberikan perhatian lebih terhadap kondisi rumah Nasila. Ia mendorong Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) beserta jajaran terkait untuk meninjau dan memperbaiki kediaman siswi tersebut.
"Harapan kami Pemkab Jember memberikan bantuan perbaikan atau pembangunan rumah layak huni. Jadi, sewaktu-waktu Adik Nasila ingin pulang, rumahnya sudah layak ditempati," ujar Heri saat meninjau kondisi rumah Nasila bersama Pendamping Sosial Kecamatan Puger, Rabu 12 Agustus 2026.
Heri mengaku terharu melihat perubahan positif pada diri Nasila sejak mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, keberadaan sekolah berasrama ini sangat penting dalam memulihkan semangat anak-anak dari keluarga rentan.
"Melihat anak itu tersenyum kembali dan semangat belajar dengan mata berbinar sungguh mengharualkan. Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan menyelamatkan masa depan anak-anak," tuturnya.
Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Puger, Handy Rudiarto, mewakili Camat Puger Beny Armindo Ginting menegaskan komitmen pemerintah daerah. Sesuai arahan Bupati Jember, pendidikan merupakan instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan.
"Kehadiran Sekolah Rakyat di Jember menjadi bukti nyata bahwa negara hadir. Anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan bertempat tinggal tak layak tidak boleh putus harapan. Mereka tetap berhak bermimpi, bersekolah, dan meraih masa depan," kata Handy.
Dengan fasilitas yang terpenuhi, Nasila kini dapat fokus belajar dan menggapai cita-citanya. Ia bertekad membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk meraih kesuksesan dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. (sar)