logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kencong

Mahasiswa Fikes UM Jember Terjun Langsung Dampingi Warga Kencong dalam Mitigasi Bencana

  • 11 Mei 2026
  • Dibaca 239 Kali
Bagikan Via:
mahasiswa-fikes-um-jember-terjun-langsung-dampingi-warga-kencong-dalam-mitigasi-bencana-20260511

Mahasiswa Fikes UM Jember Terjun Langsung Dampingi Warga Kencong dalam Mitigasi Bencana

JEMBER, 11 MEI 2026 – Mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Universitas Muhammadiyah (UM) Jember, melaksanakan praktik lapangan mitigasi bencana di wilayah Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung mulai 11 Mei hingga 6 Juni 2026 itu dipusatkan di Desa Paseban, Cakru, dan Kraton.

Praktik lapangan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penanganan kebencanaan secara langsung di lapangan. Para mahasiswa diterjunkan untuk melakukan edukasi, pendampingan, hingga simulasi kebencanaan bersama warga.

Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Ns. Cipto Susilo, S.Pd., S.Kep., M.Kep mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi ilmu yang selama ini dipelajari mahasiswa di bangku kuliah.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga harus memahami kondisi nyata masyarakat. Mereka belajar bagaimana membangun komunikasi, melakukan edukasi, dan mendampingi masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya, Senin 11 Mei 2026.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat risiko bencana cukup tinggi, sehingga dibutuhkan tenaga kesehatan dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mitigasi dan respon cepat saat terjadi kondisi darurat.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan berbagai program seperti penyuluhan kebencanaan, pelatihan penanganan awal, hingga simulasi evakuasi bersama masyarakat dan perangkat desa. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pemetaan wilayah rawan bencana untuk mengetahui perkembangan kondisi terbaru di lapangan.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dilatih agar mampu hadir sebagai pendamping yang solutif dan humanis di tengah masyarakat,” tambahnya.

Cipto berharap melalui praktik lapangan tersebut, mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi dinamika sosial di masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan profesional di bidang mitigasi bencana.

“Bencana memang tidak bisa diprediksi, tetapi kesiapsiagaan harus terus dibangun. Kami ingin mahasiswa memiliki kepekaan sosial dan kemampuan penanganan yang baik ketika nantinya terjun di dunia kerja maupun pengabdian masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan praktik lapangan ini juga mendapat dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan kebencanaan, dan berbagai unsur masyarakat yang turut terlibat dalam membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas. (gfr)

Galeri Foto