logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepat Cakupan Imunisasi di Jember

  • 02 Juli 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-percepat-cakupan-imunisasi-di-jember-20260702

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepat Cakupan Imunisasi di Jember

JEMBER, 2 JULI 2026 – Keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin maupun layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, media, hingga keluarga memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya atas imunisasi lengkap.

Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Workshop Akselerasi Peningkatan Cakupan Imunisasi dalam Rangka Penurunan Zero Dose melalui Pembentukan Tim Koordinasi Akselerasi Program Imunisasi (KAPI), Desa IMAN, dan Strategi Komunikasi yang diselenggarakan oleh Geliat Airlangga Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga bekerja sama dengan UNICEF Indonesia di Aula STIKES Bhakti Al-Qodiri Jember, Selasa, 30 Juni 2026.

Program Focal Point Kerja Sama Universitas Airlangga dan UNICEF sekaligus PIC Geliat Airlangga, Prof. Nyoman Anita Damayanti, drg., M.S., menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak setiap anak yang harus dipenuhi untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

"Imunisasi adalah hak yang seharusnya kita berikan kepada mereka agar mendapatkan kekebalan sehingga mereka tidak tertular atau menjadi penular. Dan target kita adalah 95 persen anak-anak kita yang terimunisasi. Target ini artinya mereka tidak akan tertular maupun menjadi penular," ujarnya.

Pesan senada disampaikan Health & Nutrition Specialist UNICEF, Ermi Ndoen, Ph.D. Menurutnya, keberhasilan melindungi seorang anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh lingkungan di sekitarnya.

"It takes a village to raise a child, yang artinya membutuhkan peran satu desa untuk membesarkan satu anak. Pepatah itu menggambarkan bagaimana kita semua berperan dalam menentukan masa depan seorang anak. Tidak hanya orang tua, di situ ada keluarga, pemerintah, tokoh agama, akademisi, semua pihak berperan, apalagi pihak-pihak yang dekat dengan kita," katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta dari berbagai unsur diajak membangun komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pembentukan Tim Koordinasi Akselerasi Program Imunisasi (KAPI), penguatan Desa IMAN, serta penyusunan strategi komunikasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan cakupan imunisasi sekaligus menurunkan jumlah anak zero dose di Kabupaten Jember.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, Ni Ketut Ardhani, S.Psi., M.Kes., menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada penyediaan vaksin maupun tenaga kesehatan, melainkan memastikan seluruh sasaran benar-benar memperoleh layanan imunisasi.

"Tantangan yang kita hadapi saat ini bukan hanya menyediakan vaksin dan tenaga kesehatan, bahkan jauh lebih besar dan penting yaitu memastikan seluruh sasaran benar-benar datang atau didatangi oleh petugas untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap," ungkapnya.

Sebagai bentuk penguatan pelayanan, Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah menyiapkan program Home Care atau kunjungan rumah yang akan menjangkau kelompok sasaran tertentu, termasuk anak-anak yang memerlukan imunisasi kejar.

Melalui sinergi lintas sektor yang dibangun bersama pemerintah daerah, akademisi, UNICEF, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan, diharapkan semakin banyak anak memperoleh imunisasi dasar lengkap sehingga terlindungi dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan angka zero dose di Kabupaten Jember dapat terus ditekan. (ken)

Galeri Foto