Sinergi Lintas Instansi, DKPPP Jember Turunkan Tim Perkuat Kekebalan Ternak dari Ancaman PMK
- 10 Juli 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Sinergi Lintas Instansi, DKPPP Jember Turunkan Tim Perkuat Kekebalan Ternak dari Ancaman PMK
JEMBER, 10 JULI 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan daerah. Melalui program Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu (Yankeswandu), DKPPP turun langsung memeriksa dan mengamankan kesehatan ternak milik warga pada Kamis, 9 Juli 2026.
Aksi jemput bola yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menyasar dua lokasi strategis, yaitu Kelurahan Wirolegi di Kecamatan Sumbersari dan Desa Mrawan di Kecamatan Mayang. Langkah preventif ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular (PHM).
Untuk mengoptimalkan pelayanan, DKPPP Jember bersinergi dengan Tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Mayang serta Tim Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan pemerintah dalam menjaga produktivitas ternak lokal.
Dalam aksi lapangan tersebut, petugas memberikan pelayanan medis intensif kepada 40 ekor ternak. Bantuan yang disalurkan meliputi injeksi vitamin, pembagian obat cacing, serta pemberian vitamin B-kompleks bolus guna menjaga kebugaran fisik hewan.
Tidak hanya pengobatan, tim medis juga mengambil 40 sampel darah ternak. Sampel ini akan digunakan untuk uji titer antibodi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta deteksi dini parasit darah. Langkah ini penting guna memantau efektivitas vaksinasi yang telah berjalan.
Di samping tindakan medis, peternak lokal juga mendapatkan edukasi langsung mengenai manajemen pemeliharaan, penerapan biosekuriti kandang, dan pencegahan penyakit menular. Peternak diimbau untuk segera melapor jika menemukan gejala klinis mencurigakan pada hewan mereka.
Perwakilan Tim Bidang Kesehatan Hewan DKPPP Kabupaten Jember, drh. Masy' Ariel Huda, menegaskan bahwa Yankeswandu merupakan pilar preventif rutin pemerintah. Tujuannya adalah memastikan roda ekonomi peternak rakyat tidak terganggu oleh wabah penyakit.
"Kami tidak hanya mengobati, tetapi juga memantau kondisi makro lewat sampel darah dan mengedukasi peternak. Harapannya, kesadaran mandiri peternak tumbuh sehingga produktivitas ternak Jember terus meningkat," ujar Masy' Ariel Huda.
Melalui program terintegrasi ini, DKPPP Kabupaten Jember berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan sektor peternakan Jember yang sehat, aman, serta memiliki daya saing tinggi. (ran)