Guru Ngaji Desa Cakru Bersyukur Terima Insentif, Jadi Penyemangat Mengajar Al-Qur’an
- 14 Maret 2026
- Dibaca 221 Kali
Bagikan Via:
Guru Ngaji Desa Cakru Bersyukur Terima Insentif, Jadi Penyemangat Mengajar Al-Qur’an
KENCONG, 13 MARET 2026 - Rasa syukur dan bahagia dirasakan para guru ngaji di Desa Cakru, Kecamatan Kencong, saat menerima penyaluran insentif yang digelar di balai desa pada Jumat, 13 Maret 2026.
Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah sekaligus penyemangat bagi para pengajar Al-Qur’an untuk terus membimbing generasi muda di desa.
Sejak pagi hari, para guru ngaji dari berbagai dusun di Desa Cakru sudah berdatangan ke balai desa. Mereka hadir dengan wajah penuh harap dan rasa syukur.
Selama ini, para guru ngaji dikenal sebagai sosok yang dengan sabar dan penuh keikhlasan membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, baik di mushala, masjid, maupun di rumah-rumah warga.
Bagi mereka, kegiatan mengajar bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Meski sebagian besar dilakukan secara sukarela, para guru ngaji tetap konsisten mengajarkan dasar-dasar membaca Al-Qur’an kepada anak-anak agar nilai-nilai keagamaan tetap terjaga di tengah masyarakat.
Salah satu guru ngaji, Misani, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para pengajar Al-Qur’an. Menurutnya, insentif tersebut bukan hanya bantuan secara materi, tetapi juga bentuk penghargaan atas pengabdian para guru ngaji yang selama ini mengajar dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di desa,” ujarnya.
Pendamping guru ngaji Desa Cakru, Nurul Aini, menjelaskan bahwa jumlah guru ngaji yang menerima insentif pada kesempatan tersebut sebanyak 47 orang. Selain itu, terdapat pula empat orang Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) yang turut menerima bantuan. Penyaluran insentif dilakukan secara langsung oleh petugas dari Bank Jatim.
Menurutnya, program tersebut sangat membantu para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam pendidikan keagamaan di lingkungan desa. Ia berharap ke depan jumlah kuota penerima dapat ditambah agar lebih banyak guru ngaji yang memperoleh perhatian serupa.
“Harapan kami ke depan kuotanya bisa ditambah lagi, karena masih ada beberapa guru ngaji yang juga aktif mengajar di masyarakat namun belum masuk dalam daftar penerima,” katanya.
Bagi para guru ngaji, perhatian seperti ini menjadi bukti bahwa pengabdian mereka dalam mendidik generasi Qur’ani tetap mendapat tempat dan dukungan.
Mereka berharap kegiatan pembinaan keagamaan di Desa Cakru dapat terus berkembang sehingga anak-anak semakin semangat belajar Al-Qur’an sejak usia dini dan nilai-nilai religius tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat. (fur)