Kolaborasi PAACLA dan DLH Jember Dorong Kreativitas Inklusif Lewat Lomba Fashion Show Kostum Daur Ulang
- 22 Desember 2025
- Dibaca 237 Kali
Bagikan Via:
Kolaborasi PAACLA dan DLH Jember Dorong Kreativitas Inklusif Lewat Lomba Fashion Show Kostum Daur Ulang
Jember, 21 Desember 2025 — Komitmen bersama dalam menumbuhkan kreativitas masyarakat sekaligus kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan melalui Lomba Fashion Show Kostum Daur Ulang yang digelar di Balai Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Program PAACLA melalui Proyek Percontohan Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak (SPRPA) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jember.
Acara ini menjadi wadah ekspresi kreativitas masyarakat desa dampingan sekaligus sarana edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pencegahan pekerja anak. Sejak pagi hari, peserta dari berbagai desa tampak antusias mengikuti lomba dengan menampilkan busana unik hasil olahan bahan bekas, seperti plastik kemasan, kertas, kain perca, dan material daur ulang lainnya.
Kolaborasi dengan DLH Jember memperkuat pesan lingkungan yang diusung dalam kegiatan ini. Selain mendukung pelaksanaan acara, DLH Jember juga terlibat langsung dalam proses penilaian. Perwakilan DLH Kabupaten Jember, dr. Siti Nurul Qomariah, hadir sebagai salah satu dewan juri, memberikan penilaian berdasarkan aspek kreativitas, pemanfaatan bahan daur ulang, kesesuaian tema lingkungan, serta kemampuan peserta dalam menampilkan busana di atas panggung.
Hasil penilaian dewan juri menunjukkan persaingan yang ketat. Juara 1 dan Juara 2 berhasil diraih oleh perwakilan Desa Silir, yang dinilai unggul dalam konsep desain, kerapian, serta inovasi pemanfaatan bahan bekas. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh perwakilan Desa Sukoreno, yang tampil menarik dengan konsep busana sederhana namun sarat pesan kepedulian lingkungan.
Keunikan lain dari lomba ini adalah keterlibatan peserta disabilitas yang turut ambil bagian dan tampil penuh percaya diri. Peserta disabilitas dari Desa Wringintelu berhasil mencuri perhatian juri dan penonton hingga akhirnya dianugerahi Juara Harapan 1. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa kegiatan ini bersifat inklusif dan terbuka bagi siapa saja.
Melalui lomba fashion show kostum daur ulang ini, panitia dan DLH Jember ingin menegaskan bahwa kreativitas tidak memandang latar belakang, kondisi fisik, maupun status sosial. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berprestasi. Karena pada dasarnya, kreativitas tidak melihat kepada siapa karya itu dibuat, melainkan lahir dari ide, keberanian, dan kepedulian terhadap lingkungan serta sesama.