logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Kos-kosan hingga UMKM Jadi Nadi Ekonomi Warga, Kelurahan Sumbersari Tumbuh Berkembang Bersama Mahasiswa

  • 14 Mei 2026
  • Dibaca 115 Kali
Bagikan Via:
kos-kosan-hingga-umkm-jadi-nadi-ekonomi-warga-kelurahan-sumbersari-tumbuh-berkembang-bersama-mahasiswa-20260514

Kos-kosan hingga UMKM Jadi Nadi Ekonomi Warga, Kelurahan Sumbersari Tumbuh Berkembang Bersama Mahasiswa

JEMBER, 14 MEI 2026 - Keberadaan kawasan pendidikan di sekitar Kelurahan Sumbersari membawa dampak besar terhadap denyut ekonomi masyarakat setempat. Tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara bagi mahasiswa, usaha rumah kos kini berkembang menjadi salah satu penopang utama ekonomi warga di kawasan tersebut.

Setiap tahun, ribuan mahasiswa dari berbagai daerah datang ke kawasan sekitar Universitas Jember dan kampus lainnya di wilayah Kecamatan Sumbersari. Kehadiran mereka menciptakan perputaran ekonomi yang terus hidup, mulai dari usaha kos, laundry, warung makan, fotokopi, hingga jasa internet dan kebutuhan harian lainnya.

Di banyak gang perkampungan, rumah-rumah warga perlahan bertransformasi menjadi rumah kos sederhana. Sebagian warga bahkan mengaku mampu menyekolahkan anak hingga membangun usaha baru dari hasil penyewaan kamar kos.

Salah satu warga Jalan Riau, Sumbersari, Siti Aminah, mengatakan usaha kos yang dikelolanya sejak beberapa tahun terakhir menjadi sumber penghasilan utama keluarganya. Awalnya ia hanya memiliki dua kamar kosong di belakang rumah, namun kini berkembang menjadi belasan kamar yang selalu terisi mahasiswa setiap tahun ajaran baru.

“Alhamdulillah dari kos-kosan ini kebutuhan keluarga bisa tercukupi. Dulu hanya rumah biasa, sekarang bisa membantu ekonomi keluarga dan membuka usaha kecil-kecilan juga,” ujarnya.

Tidak hanya pemilik kos, dampak ekonomi juga dirasakan warga lain di sekitar lingkungan mahasiswa. Warung kopi dan usaha makan rumahan tumbuh hampir di setiap sudut kampung. Aktivitas mahasiswa yang berlangsung hingga malam hari ikut menghidupkan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Pemilik warung Nasi Tempong Jalan Jawa, Mulyono, menilai keberadaan mahasiswa membawa perubahan besar terhadap pola ekonomi masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan kini memiliki penghasilan tambahan dari sektor jasa pendukung mahasiswa.

“Mahasiswa itu membawa kehidupan ekonomi bagi warga. Mulai tukang laundry, penjual makan, sampai jasa print semuanya ikut hidup,” katanya.

Selain berdampak pada ekonomi, interaksi antara warga dan mahasiswa juga membentuk suasana sosial yang dinamis. Warga terbiasa hidup berdampingan dengan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang terbuka dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pemerintah kelurahan juga melihat potensi besar kawasan pendidikan sebagai kekuatan ekonomi lokal yang perlu terus didukung. Selain menjaga ketertiban lingkungan, keberadaan rumah kos dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik dan tertata.

Lurah Sumbersari, Bhatara Pragusta, ST, mengatakan kawasan kos di wilayahnya telah menjadi bagian penting dalam pergerakan ekonomi masyarakat. Ia menilai hubungan harmonis antara warga dan mahasiswa selama ini menjadi modal sosial yang harus dipertahankan.

“Kehadiran mahasiswa membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Banyak usaha tumbuh karena adanya aktivitas pendidikan di wilayah Sumbersari. Ini menjadi kekuatan lokal yang perlu dijaga bersama,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Sumbersari juga terus mendorong pendataan rumah kos agar keberadaannya lebih tertib dan mampu memberikan rasa aman baik bagi warga maupun mahasiswa pendatang.

Di tengah perkembangan kawasan perkotaan dan meningkatnya kebutuhan hunian mahasiswa, Sumbersari kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh ekonomi kerakyatan yang bergerak dari rumah-rumah warga sederhana.

Dari kamar kos berukuran kecil, roda ekonomi masyarakat terus berputar. Kehadiran mahasiswa pun bukan sekadar datang untuk belajar, melainkan ikut menjadi bagian dari kehidupan dan penghidupan warga Sumbersari sehari-hari. (sar)

Galeri Foto