logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Bersih di Antirogo Jember, BPBD dan PMI Suplai 5.000 Liter untuk 90 KK

  • 14 Oktober 2026
  • Dibaca 124 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-bersih-di-antirogo-jember-bpbd-dan-pmi-suplai-5000-liter-untuk-90-kk-20261015

Krisis Air Bersih di Antirogo Jember, BPBD dan PMI Suplai 5.000 Liter untuk 90 KK

JEMBER, 14 OKTOBER 2026 - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membuat 90 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Pelinggian, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, masih membutuhkan pasokan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) kembali mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter, Rabu, 14 Oktober 2026.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Didi Teguh mengatakan, bantuan tersebut menyasar warga di RT 02/RW 08 dan RT 02/RW 07 Lingkungan Pelinggian.

“Jumlah warga terdampak berdasarkan data di lapangan mencapai 90 KK. Rinciannya, 50 KK berada di RT 02/RW 08 dan 40 KK di RT 02/RW 07,” kata Didi.

Menurut Didi, distribusi air dilakukan karena warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau. Kondisi tersebut sebelumnya telah diketahui melalui asesmen TRC BPBD pada 5 Agustus 2026.

Hasil asesmen kemudian menjadi dasar rekomendasi penanganan berupa distribusi air bersih secara berkala. Selain itu, kegiatan dilakukan menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Antirogo melalui surat Nomor 600.1.16/151/35.09.03.2007/2026.

Proses distribusi dimulai ketika tim BPBD berangkat menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan tiba setengah jam kemudian. TRC BPBD selanjutnya melakukan pendampingan selama proses penyaluran air yang dilakukan PMI.

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke tandon yang tersedia di lokasi. Total terdapat empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter, terdiri dari dua tandon milik BPBD dan dua tandon milik PMI.

“Penyaluran berjalan aman dan kondusif. Tidak ada kendala selama kegiatan berlangsung,” ujar Didi.

Dengan distribusi tersebut, kegiatan penyaluran air bersih untuk penanganan kekeringan telah memasuki tahap ke-35. Hingga 14 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 167.500 liter.

BPBD merekomendasikan agar distribusi air di Lingkungan Pelinggian dilakukan secara berkala setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter setiap pengiriman. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama sumber air belum kembali mencukupi.

Dalam penanganan ini, BPBD berkoordinasi dengan PMI, ketua RW, dan warga setempat. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar distribusi dapat dilakukan sesuai kebutuhan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

BPBD juga akan terus memantau kondisi wilayah terdampak kekeringan dan menyesuaikan distribusi berdasarkan perkembangan kebutuhan warga di lapangan. (tgh)

Galeri Foto