logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Bersih di Bangsalsari, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter untuk 75 KK Terdampak Kekeringan

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-bersih-di-bangsalsari-bpbd-jember-salurkan-5000-liter-untuk-75-kk-terdampak-kekeringan-20260814

Krisis Air Bersih di Bangsalsari, BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter untuk 75 KK Terdampak Kekeringan

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan penanganan dampak kekeringan dengan mendampingi distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Dukuh II, RT 02 dan RT 03 RW 02, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Kamis 13 Agustus 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

Kegiatan tersebut merupakan distribusi air bersih ke-2 di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 28 Juli 2026, sedikitnya 75 kepala keluarga (KK) terdampak, terdiri atas 30 KK di RT 02 RW 02 dan 45 KK di RT 03 RW 02.

Kondisi kekurangan air bersih terjadi karena sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat melalui jaringan pipanisasi sudah tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Sumber tersebut berasal dari mata air di sungai yang berada di wilayah perbatasan dengan Desa Tugusari, dengan jarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga.

Kondisi sungai yang tercemar dan kotor membuat air dari jaringan pipanisasi tidak dapat digunakan sebagai sumber air minum. Masyarakat selama ini hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Debit air yang mengalir juga mengalami penurunan dan pada waktu tertentu bahkan berhenti mengalir.

Pemerintah desa sebelumnya telah berupaya mencari sumber air alternatif melalui pembuatan sumur bor. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena sumber air tidak ditemukan.

Situasi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat menjadi perhatian. Distribusi air bersih kemudian dilakukan sebagai langkah tanggap untuk membantu warga selama belum tersedianya sumber air alternatif yang memadai.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Banjarsari sekaligus mendampingi proses penyaluran air bersih. Bantuan disalurkan ke empat tandon yang telah tersedia di lokasi terdampak.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Masyhudi, mengatakan bahwa distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat yang terdampak keterbatasan sumber air layak konsumsi.

“Yang menjadi perhatian utama adalah kebutuhan air untuk konsumsi. Sumber air yang selama ini digunakan melalui pipanisasi sudah tidak layak untuk diminum karena kondisi sumbernya tercemar. Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat,” ujar Masyhudi.

Menurutnya, penanganan krisis air bersih membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan, terutama karena sumber air alternatif yang sebelumnya diupayakan pemerintah desa belum berhasil ditemukan.

“Kami bersama pemerintah desa terus memantau kondisi di lapangan. Sementara ini, kebutuhan air minum masyarakat dibantu melalui distribusi air bersih. Masyarakat juga kami edukasi agar menggunakan bantuan air sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan tempat penampungan,” tambahnya.

Bantuan air bersih dalam kegiatan tersebut didistribusikan oleh Perumdam Tirta Pandalungan Kabupaten Jember sebanyak 5.000 liter ke empat tandon yang tersedia. BPBD Kabupaten Jember turut melakukan pendampingan untuk memastikan proses distribusi berjalan tertib dan bantuan dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Selain distribusi air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan kondisi kekeringan serta pentingnya menjaga kebersihan sumber dan tempat penyimpanan air.

Pelaksanaan kegiatan merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat melalui layanan Wadul Gus e, serta hasil asesmen TRC BPBD Kabupaten Jember. Laporan tersebut menyampaikan permohonan solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat Dusun Dukuh II, Desa Banjarsari.

Berdasarkan hasil penanganan, BPBD merekomendasikan pendistribusian air bersih untuk kebutuhan air minum dengan kapasitas sekitar 5.000 liter setiap lima hari sekali. Frekuensi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kondisi sumber air di wilayah terdampak.

Penanganan kekeringan di wilayah Banjarsari menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih untuk konsumsi. Kolaborasi antara BPBD, pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali tanpa kendala. Dengan distribusi secara berkala dan pemantauan kondisi sumber air, diharapkan kebutuhan air minum masyarakat di Dusun Dukuh II dapat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto