logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Krisis Air Bersih di Jatian Jember, BPBD Salurkan 5.000 Liter untuk Warga Terdampak

  • 27 Oktober 2026
  • Dibaca 32 Kali
Bagikan Via:
krisis-air-bersih-di-jatian-jember-bpbd-salurkan-5000-liter-untuk-warga-terdampak-20261028

Krisis Air Bersih di Jatian Jember, BPBD Salurkan 5.000 Liter untuk Warga Terdampak

JEMBER, 27 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa, 27 Oktober 2026. Distribusi dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang berlangsung sejak awal Agustus 2026.

Agen BPBD Jawa Timur yang ditugaskan di BPBD Kabupaten Jember, Rizal Purnama, mengatakan, distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran ke-19 untuk penanganan bencana kekeringan di wilayah Jatian.

“Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB untuk melakukan koordinasi sekaligus pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter ke tandon BPBD yang tersedia di lokasi,” kata Rizal.

Menurut dia, kekeringan membuat sebagian warga harus mencari sumber air alternatif yang jaraknya cukup jauh dari permukiman. Salah satu sumber alami yang berada di dekat area persawahan berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga. Namun, debit air di sumber tersebut mulai mengecil.

Kondisi lebih berat terjadi di sejumlah titik. Di RT 02/RW 08, sekitar 50 kepala keluarga (KK) dari total 129 KK membutuhkan pasokan air bersih. Sementara di RT 01/RW 06, terdapat sekitar 140 KK dari total 200 KK yang mengalami kebutuhan serupa.

“Secara keseluruhan terdapat sekitar 190 KK yang terdampak dan membutuhkan dukungan air bersih,” ujar Rizal.

Selain kedua wilayah tersebut, warga RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10 masih membutuhkan air untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Adapun kebutuhan air untuk minum di dua wilayah tersebut masih relatif tercukupi.

Hasil pemantauan TRC-PB juga menunjukkan kondisi sejumlah sumur warga mulai mengering. Di RT 02/RW 08, dari delapan sumur warga, sekitar 90 persen sudah terlihat dasar sumurnya. Sebagian sumur bahkan dilaporkan mulai mengeluarkan bau.

Sementara itu, sumber air alternatif di RT 01/RW 06 berjarak sekitar 700 meter dari permukiman dengan kondisi debit yang juga mengecil. Warga juga tidak dapat mengandalkan air sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter karena kondisinya tidak layak untuk dikonsumsi.

BPBD telah menyediakan dua tandon air di RT 02/RW 08 serta dua tandon di RT 01 dan RT 02/RW 06. Penyaluran air dilakukan setelah pemerintah desa dan Kecamatan Pakusari melaporkan kondisi kekeringan kepada BPBD melalui surat permohonan bantuan air bersih.

Selain mendistribusikan air, TRC-PB BPBD juga melakukan koordinasi dengan perangkat RT/RW dan warga serta memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan dan pemanfaatan air secara bijak.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih dilanjutkan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap lima hari sekali. Penanganan selanjutnya juga akan diteruskan kepada dinas terkait agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara berkelanjutan.

“Untuk sementara, distribusi perlu dilakukan secara berkala sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait. Kami juga terus memantau kondisi sumber air dan kebutuhan warga di lokasi,” kata Rizal. (tgh)

Galeri Foto