Oleh : Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana
Kunjungan ke VR Hidroponik Jadi Penutup Manis Pelatihan Hidroponik Bagi Lansia
- 02 Desember 2025
- Dibaca 178 Kali
Bagikan Via:
Kunjungan ke VR Hidroponik Jadi Penutup Manis Pelatihan Hidroponik Bagi Lansia
Jember, 29 November 2025 — Pelatihan hidroponik angkatan pertama yang diikuti oleh para lansia dari Kecamatan Mayang, Patrang, dan Sumbersari resmi ditutup dengan kegiatan kunjungan lapangan ke VR Hidroponik yang berlokasi di Klanceng, Ajung. Kunjungan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian pelatihan sekaligus kesempatan berharga bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana sistem hidroponik diterapkan dalam praktik nyata.
Sejak tiba di lokasi, para lansia disambut hangat oleh pemilik VR Hidroponik yang kemudian mengajak mereka berkeliling kebun. Suasana kunjungan berlangsung santai, penuh interaksi, dan sesekali diselingi cerita pengalaman pemilik dalam merintis usaha hidroponik dari awal hingga berkembang seperti sekarang. Peserta tampak antusias, karena apa yang mereka lihat di lapangan membuat materi pelatihan yang selama ini dipelajari terasa lebih konkret dan mudah dipahami. Mulai dari cara merakit instalasi sederhana, mengatur nutrisi tanaman, hingga menghadapi kendala seperti tanaman yang tiba-tiba layu, semuanya dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.Selain menyaksikan proses budidaya secara langsung, peserta juga diberi kesempatan untuk membeli bibit maupun tanaman yang sudah tumbuh. Banyak lansia memilih membawa pulang bibit sebagai bahan latihan di rumah, sementara sebagian lainnya membeli sayuran segar untuk dimasak bersama keluarga. Aktivitas sederhana ini justru membuat suasana kunjungan semakin hidup, karena para peserta terlihat benar-benar menikmati pengalaman baru tersebut. Kunjungan lapangan ini bukan hanya memperkuat pemahaman peserta terhadap teori yang telah diberikan selama pelatihan, tetapi juga menumbuhkan motivasi agar mereka berani mencoba bertanam sendiri. Beberapa peserta bahkan sudah mulai merencanakan untuk membuat rak hidroponik kecil di halaman rumah masing-masing. Menurut pendamping kegiatan, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak berhenti pada teori, melainkan benar-benar memberi dorongan bagi lansia untuk tetap aktif, produktif, dan kreatif. Penutupan pelatihan dengan kunjungan lapangan ini diharapkan menjadi langkah awal agar para lansia terus berlatih, saling berbagi pengalaman, serta menjadikan hidroponik sebagai aktivitas positif di masa mendatang. DP3AKB Jember menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya meningkatkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesehatan mental dan sosial lansia melalui aktivitas yang menyenangkan, terarah, dan bermanfaat. Dengan demikian, hidroponik diharapkan dapat menjadi gaya hidup baru yang mendukung ketahanan keluarga sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.