logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Langganan Banjir Saat Hujan, DPUPR Jember Pasang Pintu Air di Jalan Hayam Wuruk Kaliwates

  • 13 Mei 2026
  • Dibaca 122 Kali
Bagikan Via:
langganan-banjir-saat-hujan-dpupr-jember-pasang-pintu-air-di-jalan-hayam-wuruk-kaliwates-20260514

Langganan Banjir Saat Hujan, DPUPR Jember Pasang Pintu Air di Jalan Hayam Wuruk Kaliwates

JEMBER, 13 MEI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember melalui DPUPR Kabupaten Jember terus melakukan langkah nyata dalam menangani persoalan genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras. Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah pemasangan pintu air di saluran Karangwaru yang berada di kawasan Jembatan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates.

Pemasangan pintu air tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi di lapangan, di mana setiap kali turun hujan dengan intensitas tinggi, debit air di kawasan tersebut mengalami peningkatan signifikan hingga menyebabkan luapan air ke badan jalan. Akibatnya, ruas Jalan Hayam Wuruk yang merupakan salah satu jalur padat aktivitas masyarakat dan kendaraan sering tergenang air, sehingga mengganggu mobilitas warga serta pengguna jalan.

Tim dari DPUPR Kabupaten Jember diterjunkan langsung untuk melakukan pekerjaan pemasangan pintu air agar pengendalian aliran air di saluran Karangwaru dapat dilakukan secara maksimal. Dengan adanya pintu air ini, debit air nantinya dapat diatur sesuai kondisi di lapangan sehingga air tidak lagi meluap ke jalan raya dan dapat dialirkan secara optimal menuju saluran pembuangan.

Kepala Bidang Bina Operasional dan Pemeliharaan DPUPR Kabupaten Jember, Dai Agus Muttaqin S.T M.T, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemasangan pintu air ini merupakan bagian dari upaya penanganan banjir dan genangan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa kawasan Jembatan Hayam Wuruk menjadi salah satu titik yang cukup rawan genangan ketika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu cukup lama. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya debit air yang tidak dapat tertampung secara maksimal di saluran eksisting sehingga air meluap hingga ke permukaan jalan.

“Pemasangan pintu air ini dilakukan untuk membantu mengendalikan debit air di saluran Karangwaru. Selama ini ketika hujan deras, volume air meningkat cukup cepat dan menyebabkan luapan hingga menggenangi Jalan Hayam Wuruk. Dengan adanya pintu air ini, nantinya aliran air bisa diatur sehingga air dapat mengalir lebih optimal melalui saluran yang ada,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pengaturan debit air menjadi langkah penting dalam sistem pengendalian banjir perkotaan. Dengan sistem buka tutup pintu air, petugas nantinya dapat menyesuaikan aliran air berdasarkan kondisi curah hujan dan kapasitas saluran. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir potensi genangan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.

Selain pemasangan pintu air, DPUPR Kabupaten Jember juga terus melakukan pemeliharaan saluran drainase secara berkala di sejumlah titik rawan genangan. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan sedimentasi, pengangkatan sampah di saluran, hingga normalisasi drainase agar fungsi saluran tetap berjalan optimal.

Menurutnya, keberhasilan penanganan genangan tidak hanya bergantung pada infrastruktur yang dibangun pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Sampah yang menumpuk di drainase sering kali menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air saat hujan turun.

“Kami juga berharap masyarakat ikut menjaga saluran drainase agar tetap bersih. Infrastruktur yang dibangun akan berjalan maksimal apabila didukung dengan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” tambahnya.

Proses pemasangan pintu air di saluran Karangwaru tersebut mendapat perhatian positif dari warga sekitar dan pengguna jalan. Mereka berharap langkah yang dilakukan DPUPR Kabupaten Jember dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi genangan yang selama ini terjadi di kawasan Hayam Wuruk, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Jember.

Selama pengerjaan berlangsung, petugas juga tetap memperhatikan aspek keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Dengan adanya pemasangan pintu air ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap sistem pengendalian air di kawasan Karangwaru dapat bekerja lebih efektif. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pengairan dan drainase demi menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari genangan.

Ke depan, DPUPR Kabupaten Jember juga akan terus melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik rawan banjir dan genangan lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan. Pemerintah berharap berbagai langkah yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di wilayah Kabupaten Jember. (yan)

Galeri Foto