Lantunan Selawat Ibu-Ibu RW 22 Warnai Hari Santri di Jember Lor, Perempuan Jadi Penggerak Syiar Al-Qur’an
- 22 Oktober 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Lantunan Selawat Ibu-Ibu RW 22 Warnai Hari Santri di Jember Lor, Perempuan Jadi Penggerak Syiar Al-Qur’an
JEMBER, 22 OKTOBER 2026 - Lantunan selawat menggema dari suara ibu-ibu kelompok seni hadrah RW 22 di Pendopo Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Kamis 22 Oktober 2026.
Irama selawat itu menjadi pembuka peringatan Hari Santri yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Di balik lantunan selawat tersebut, tersimpan semangat para perempuan untuk menjaga kehidupan religius di lingkungan mereka.
Bagi para peserta, peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pengajian Nurul Aishah, Bunda Jember Lor Tangguh, dan Pemerintah Kelurahan Jember Lor.
Usai penampilan hadrah, rangkaian acara dilanjutkan dengan salat Duha berjemaah. Suasana religius semakin terasa ketika peserta mengikuti penyampaian materi keagamaan dari tim pengajar Al-Qur’an Kanjuruhan, Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Ustaz Washil Setiawan, S.Th.I., menekankan pentingnya menjadikan momentum Hari Santri sebagai pengingat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kecintaan terhadap kitab suci, menurutnya, perlu diwujudkan melalui perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Hari Santri hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperbaiki akhlak, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustaz Washil.
Lebih dari sekadar mengikuti rangkaian acara, keterlibatan warga dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian dari upaya merawat kebersamaan.
Pengajian, selawat, dan pembelajaran Al-Qur’an menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling menguatkan sekaligus menjaga tradisi religius di lingkungan keluarga.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Jember Lor, Sunartini, mengapresiasi keterlibatan kelompok pengajian dan komunitas perempuan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Sunartini, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan dan membangun lingkungan yang harmonis.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kebersamaan dan keterlibatan masyarakat, khususnya kaum ibu, memiliki peran penting dalam menumbuhkan kehidupan religius serta mempererat silaturahmi antarwarga,” kata Sunartini.
Peringatan Hari Santri di Jember Lor menjadi gambaran bahwa semangat keagamaan dapat tumbuh dari lingkungan terdekat.
Dari lantunan selawat ibu-ibu RW 22, sholat Duha berjemaah, hingga pembelajaran Al-Qur’an, ada ikhtiar bersama untuk menjaga nilai-nilai kebaikan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Sebab, merawat kehidupan religius tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Terkadang, semuanya berawal dari kebersamaan sederhana, lantunan selawat yang menggema, dan kemauan untuk terus belajar serta mengamalkan ajaran agama. (rus)