Lewat Layanan Jemput Bola, Camat Puger Pastikan Warga Lansia dan Disabilitas Punya Identitas Kependudukan
- 03 September 2026
- Dibaca 112 Kali
Bagikan Via:
Lewat Layanan Jemput Bola, Camat Puger Pastikan Warga Lansia dan Disabilitas Punya Identitas Kependudukan
JEMBER, 03 SEPTEMBER 2026 - Pemerintah Kecamatan Puger terus menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh warga memiliki dokumen identitas kependudukan. Melalui inovasi layanan jemput bola, petugas Administrasi Kependudukan (Adminduk) Kecamatan Puger turun langsung menyisir kediaman warga lansia dan penyandang disabilitas, Kamis 03 September 2026.
Dalam aksi kemanusiaan dan pelayanan publik ini, petugas kecamatan berkolaborasi dengan perangkat Desa Kasiyan, Desa Jambearum, dan Desa Wonosari untuk mendatangi warga yang memiliki keterbatasan fisik serta kendala akses mobilitas.
Camat Puger, Asrah Joyo Widono, menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memiliki KTP elektronik (e-KTP) serta dokumen kependudukan lainnya tanpa terkecuali. Layanan jemput bola ini dirancang khusus bagi warga yang mengalami penyakit kronis, lansia yang tak mampu berjalan jauh, hingga penyandang disabilitas.
Guna memberikan kemudahan, petugas membawa satu set peralatan perekaman lengkap ke rumah warga. Proses pengambilan foto, pemindaian sidik jari, hingga penandatanganan berkas dapat dilakukan secara langsung di tempat dengan nyaman dan lancar.
"Identitas adalah hak setiap warga negara. Siapa pun dia, di mana pun tinggal, dan apa pun kondisinya, wajib memiliki identitas. Tidak boleh ada warga yang terabaikan hanya karena sakit, tua, atau memiliki keterbatasan fisik. Karena itu, kami dari pemerintah yang datang menjemput," tegas Asrah saat memantau pelayanan di Desa Kasiyan.
Asrah turut mengimbau seluruh aparatur desa agar proaktif mendata warga di wilayah masing-masing yang belum memiliki e-KTP. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan sangat krusial agar program ini tepat sasaran.
"Kerja sama desa dan kecamatan sangat dibutuhkan agar pelayanan ini benar-benar menyasar seluruh warga yang membutuhkan. Jangan sampai ada satu pun yang terlewat," imbuhnya.
Rasa haru dan syukur terpancar dari Nenek Supiyah, warga Desa Kasiyan yang menjadi salah satu penerima manfaat layanan ini. Lansia yang sudah bertahun-tahun tidak dapat keluar rumah tersebut mengaku sempat berputus asa untuk mendapatkan KTP.
"Saya sudah bertahun-tahun tidak bisa keluar rumah dan sempat pasrah tidak punya KTP. Sekarang petugas datang sendiri ke rumah, semua selesai tanpa saya harus pergi ke mana-mana. Terima kasih banyak, pemerintah benar-benar hadir untuk kami," tuturnya sumringah.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Puger, Alief Sampada Putra, menyampaikan bahwa program jemput bola ini akan terus berlanjut secara berkala dan terbuka bagi masyarakat luas.
Warga yang membutuhkan layanan cukup melapor kepada perangkat desa setempat atau mengajukan permohonan ke kantor kecamatan agar jadwal kunjungan tim dapat disesuaikan. Alief juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses ini tidak dipungut biaya alias gratis.
Inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen Kecamatan Puger dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, humanis, serta berkeadilan, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan perhatian ekstra. (sar)