logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Lurah, Babinsa dan Ketua Forum RTRW Kaliwates Sinergi Hadiri Pertemuan Bank Sampah DESTANA Bersama Operator Sampah, Perkuat Komitmen Menuju Kaliwates Zero Waste

  • 13 Juni 2026
  • Dibaca 65 Kali
Bagikan Via:
lurah-babinsa-dan-ketua-forum-rtrw-kaliwates-sinergi-hadiri-pertemuan-bank-sampah-destana-bersama-operator-sampah-perkuat-komitmen-menuju-kaliwates-zero-waste-20260617

Lurah, Babinsa dan Ketua Forum RTRW Kaliwates Sinergi Hadiri Pertemuan Bank Sampah DESTANA Bersama Operator Sampah, Perkuat Komitmen Menuju Kaliwates Zero Waste

Kaliwates – Senin (08 Juni 2026) Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus dilakukan oleh Kelurahan Kaliwates melalui penguatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku layanan persampahan. Bertempat di Sekretariat Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates, telah dilaksanakan pertemuan antara Pengurus Bank Sampah DESTANA dengan 22 orang operator/petugas sampah shift pagi, yang dihadiri langsung oleh Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., MM, Babinsa Kelurahan Kaliwates Sertu Ahmad, serta Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kaliwates Zainul Hadi, S.Pd.I., M.Pd.I. bertempat di Sekretariat Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates, Jl. Teratai No. 1 RW05 Lingkungan Condro Utara Kelurahan Kaliwates.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari langkah strategis Kelurahan Kaliwates dalam membangun kesamaan persepsi dan memperkuat koordinasi dengan para operator sampah yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kebersihan di lingkungan masyarakat. Selain itu, pertemuan juga dimanfaatkan untuk menyerap berbagai informasi dan masukan dari lapangan terkait kondisi pengelolaan sampah rumah tangga serta tantangan yang dihadapi dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Dalam arahannya, Lurah Kaliwates Abdul Khamil menyampaikan bahwa permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, solusi utama harus dimulai dari sumber sampah, yaitu rumah tangga, melalui gerakan memilih, memilah, dan mengolah sampah secara mandiri.

"Ke depan kita ingin mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot, maupun berbagai produk bermanfaat lainnya. Sedangkan sampah anorganik dapat memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah. Dengan demikian, yang diangkut oleh operator nantinya hanyalah sampah residu yang memang tidak dapat dimanfaatkan kembali," ungkapnya.

Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep Zero Waste yang sedang dikembangkan di Kelurahan Kaliwates melalui berbagai program inovatif, antara lain penguatan Bank Sampah DESTANA, budidaya maggot, pembuatan kompos, biopori rumah tangga dan komunal, serta edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Program ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang selama ini dibuang ke TPA sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Babinsa Kelurahan Kaliwates, Sertu Ahmad, menyampaikan dukungannya terhadap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut. Ia menilai bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi aktif warga dan kekompakan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kaliwates, Zainul Hadi, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa jajaran RT dan RW siap mendukung penuh program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, peran pengurus lingkungan sangat penting untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga sehingga perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah dapat berjalan secara bertahap namun berkelanjutan.

Selama sesi diskusi, para operator sampah menyampaikan berbagai kondisi nyata yang mereka temui di lapangan, mulai dari kebiasaan masyarakat yang masih mencampur sampah, keterbatasan sarana pemilahan di rumah tangga, hingga perlunya pendekatan edukatif yang berkesinambungan agar masyarakat memahami manfaat pengelolaan sampah dari sumbernya. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi dan penyusunan strategi edukasi yang lebih efektif di masa mendatang.

Sebagai hasil akhir pertemuan, seluruh 22 operator dan petugas sampah shift pagi menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Kelurahan Kaliwates dalam menekan volume sampah menuju Zero Waste. Para operator berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat saat bertugas di lapangan, mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, serta mendukung seluruh program Bank Sampah DESTANA yang bertujuan mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah kelurahan, Bank Sampah DESTANA, Forum RT/RW, Babinsa, operator sampah, dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap lingkungan, Kelurahan Kaliwates optimistis dapat mewujudkan visi "Kaliwates Zero Waste", yaitu lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga.

Galeri Foto