logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Kaliwates

Lurah Pengurus Bank Sampah DESTANA Kaliwates Kawal Lokasi Percontohan Pengelolaan Sampah Organik, Dorong Terwujudnya Kebun Kompos dan Peternakan Keluarga di RT 03 RW 06

  • 12 Juni 2026
  • Dibaca 29 Kali
Bagikan Via:
lurah-pengurus-bank-sampah-destana-kaliwates-kawal-lokasi-percontohan-pengelolaan-sampah-organik-dorong-terwujudnya-kebun-kompos-dan-peternakan-keluarga-di-rt-03-rw-06-20260613

Lurah Pengurus Bank Sampah DESTANA Kaliwates Kawal Lokasi Percontohan Pengelolaan Sampah Organik, Dorong Terwujudnya Kebun Kompos dan Peternakan Keluarga di RT 03 RW 06

Kaliwates – Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus dilakukan oleh Kelurahan Kaliwates. Pada hari Jumat (12/06/2026), Lurah Kaliwates bersama Direktur Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates melaksanakan kegiatan pengecekan lokasi sekaligus proses pembersihan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi percontohan pengelolaan sampah organik terpadu di wilayah RT 03 RW 06 Kelurahan Kaliwates.

Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program pengurangan sampah dari sumbernya sebagai mana Surat Edarran Bupati Jember, DR. H. Gus Muhammad Fawait, SE, M.Sc, khususnya sampah organik rumah tangga dan usaha kuliner yang selama ini masih mendominasi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui program ini, sampah organik tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan peninjauan terhadap lahan yang akan dikembangkan menjadi Kebun Kompos dan Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah Organik. Lokasi tersebut nantinya akan menjadi tempat praktik sekaligus pembelajaran bagi masyarakat mengenai berbagai metode pengolahan sampah organik yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Beberapa metode pengelolaan sampah yang akan diterapkan pada lokasi percontohan tersebut antara lain:

  • Pembuatan kompos menggunakan dekomposter, untuk mengolah sisa makanan dan sampah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.

  • Biopori menggunakan galon air mineral bekas, sebagai solusi sederhana untuk mempercepat penguraian sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air tanah.

  • Biopori komunal di tanah, yang dapat menampung volume sampah organik lebih besar serta mendukung konservasi air.

  • Budidaya magot (larva Black Soldier Fly/BSF) yang mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan menghasilkan pakan bernilai ekonomi.

  • Budidaya ayam, yang terintegrasi dengan pengelolaan magot sehingga menciptakan siklus pemanfaatan sampah organik yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Lurah Kaliwates menyampaikan bahwa program ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi beban pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA.

"Kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah organik sebenarnya memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikelola dengan baik. Melalui lokasi percontohan ini, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana sampah dapat diubah menjadi kompos, magot, maupun produk lain yang bernilai ekonomi. Harapannya, model ini dapat direplikasi di lingkungan RT dan RW lainnya di Kelurahan Kaliwates," ujar Lurah Kaliwates.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah DESTANA Kelurahan Kaliwates menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

"Bank Sampah DESTANA berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui edukasi dan praktik langsung. Lokasi ini nantinya tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah, tetapi juga pusat pembelajaran bagi warga yang ingin menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri," jelasnya.

Program ini akan diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Ani Farida, Kader Posyandu Aster 24 RT 03 RW 06, yang ditunjuk sebagai Mentor dan Koordinator Kebun Kompos. Dengan semangat pemberdayaan masyarakat, Ani Farida akan berperan dalam mengajak warga sekitar untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah organik, mulai dari pemilahan, pengumpulan, hingga proses pengolahan menjadi produk yang bermanfaat.

Ani Farida menyampaikan kesiapannya untuk mendampingi warga dan menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat pembelajaran lingkungan berbasis masyarakat.

"Kami berharap warga dapat bersama-sama memanfaatkan program ini. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, hasil kompos dan budidaya magot juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah langkah kecil yang akan membawa dampak besar bagi lingkungan sekitar," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara Kelurahan Kaliwates, Bank Sampah DESTANA, kader lingkungan, dan masyarakat, diharapkan program percontohan ini mampu menjadi salah satu solusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah organik yang masuk ke TPA, sekaligus mewujudkan Kelurahan Kaliwates sebagai kawasan yang lebih bersih, sehat, produktif, dan ramah lingkungan.

"Dari Sampah Menjadi Berkah, Dari Lingkungan Bersih Menuju Kaliwates yang Melesat."

Galeri Foto