Tradisi Petik Tebu Manten PG Semboro 2026, Simbol Syukur dan Awal Musim Giling
- 09 Mei 2026
- Dibaca 441 Kali
Bagikan Via:
Tradisi Petik Tebu Manten PG Semboro 2026, Simbol Syukur dan Awal Musim Giling
JEMBER, 09 MEI 2026 – Pabrik Gula Semboro kembali menggelar tradisi Petik Tebu Manten sebagai penanda dimulainya musim giling tebu tahun 2026. Kegiatan yang sarat nilai budaya ini dilaksanakan pada Sabtu, 09 Mei 2026, mulai pukul 05.30 WIB, bertempat di Pabrik Gula Semboro, Kecamatan Semboro, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, manajemen pabrik, serta tokoh masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Semboro Ahmad Fauzi, Danramil Semboro, Kapolsek Semboro, Kepala Desa Semboro, General Manager PG Semboro, jajaran manajer, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, pihak pabrik, dan masyarakat dalam mendukung sektor perkebunan tebu sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Petik Tebu Manten merupakan tradisi budaya Jawa yang rutin dilaksanakan setiap tahun di PG Semboro. Prosesi ini diawali dengan pemilihan dua batang tebu terbaik yang kemudian dihias layaknya pengantin Jawa dan diberi nama Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis.
Setelah dilakukan doa bersama dan ritual selamatan, kedua batang tebu tersebut diarak menggunakan lori menuju pabrik gula. Prosesi simbolik “pernikahan” kedua batang tebu ini menjadi lambang harmonisasi antara pabrik gula dan para petani tebu, sekaligus doa agar seluruh proses giling berjalan lancar, aman, dan menghasilkan panen yang melimpah.
Puncak acara ditandai dengan dimasukkannya tebu manten ke mesin giling sebagai tebu pertama yang diproses pada musim giling tahun ini. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi dimulainya operasional penggilingan tebu di PG Semboro.
Camat Semboro, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai wujud rasa syukur dan harapan akan kelancaran musim giling.
“Tradisi Petik Tebu Manten merupakan warisan budaya yang sarat makna. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan antara petani, pabrik gula, dan pemerintah dalam mendukung keberhasilan musim giling,” ujar Ahmad Fauzi.
Ia juga berharap musim giling tahun 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi seluruh pihak, khususnya petani tebu yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi gula.
Melalui pelaksanaan tradisi ini, PG Semboro tidak hanya menjaga nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan sinergi dalam mendukung produktivitas industri gula di Kabupaten Jember. (maf)