Lurah Tegalgede Sambangi Sekolah Rakyat, Pastikan Anak dari Keluarga Rentan Tetap Punya Kesempatan Menggapai Mimpi
- 02 Juli 2026
- Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
Lurah Tegalgede Sambangi Sekolah Rakyat, Pastikan Anak dari Keluarga Rentan Tetap Punya Kesempatan Menggapai Mimpi
JEMBER, 2 JULI 2026 – Komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat terus diperkuat di Kabupaten Jember. Salah satunya ditunjukkan Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, ST, MM, yang mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Jember, Rabu, 1 Juli 2026, untuk melihat langsung proses pembelajaran sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa.
Dalam kunjungan tersebut, Shierley berdialog dengan Putri, siswi asal Kelurahan Tegalgede yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena lulus Sekolah Dasar (SD), tetapi terkendala melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat keterbatasan ekonomi.
Saat ditanya mengenai aktivitasnya di Sekolah Rakyat, Putri mengaku betah tinggal dan belajar di asrama yang berada di Jalan Dr. Subandi, Jember.
"Ya, Bu, saya kerasan di sini," ujar Putri.
Selain bertemu para siswa, Shierley juga berdiskusi dengan tenaga pendidik dan pengelola sekolah mengenai proses pembelajaran serta perkembangan peserta didik. Ia mengapresiasi keberadaan Sekolah Rakyat yang dinilai mampu membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Menurut Shierley, pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Pemerintah Kelurahan Tegalgede mendukung berbagai upaya yang memberi kesempatan kepada setiap anak untuk terus belajar dan mengembangkan potensinya.
"Tidak semua mimpi berhenti karena kemiskinan. Banyak anak hanya menunggu kesempatan untuk bangkit. Sekolah Rakyat menjadi salah satu jembatan agar mereka tetap memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik," katanya.
Ia menegaskan, kunjungannya bukan sekadar silaturahmi, melainkan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan masyarakat. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya.
Shierley juga berharap semangat belajar para siswa terus terjaga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, dunia usaha, dan para relawan sangat dibutuhkan agar semakin banyak anak yang merasakan manfaat pendidikan," ujarnya.
Selama ini, Sekolah Rakyat dikenal sebagai ruang belajar bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Selain memberikan pembelajaran akademik, sekolah tersebut juga menanamkan pendidikan karakter, kedisiplinan, serta membangun rasa percaya diri peserta didik.
Kunjungan Lurah Tegalgede menjadi penegasan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih cita-cita. Melalui sinergi antara pemerintah, pengelola sekolah, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak anak di Jember memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menatap masa depan yang lebih baik. (sar)