Maulid Nabi di Miftahul Ulum Suren, 1.500 Jemaah Berselawat dan Perkuat Silaturahmi Warga Ledokombo
- 16 September 2026
- Dibaca 210 Kali
Bagikan Via:
Maulid Nabi di Miftahul Ulum Suren, 1.500 Jemaah Berselawat dan Perkuat Silaturahmi Warga Ledokombo
JEMBER, 15 SEPTEMBER 2026 - Semangat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.
Sedikitnya 1.500 jemaah memadati halaman Ribath Darul Hasan, Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Dusun Dampar, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Selasa 15 September 2026 malam. Mereka mengikuti pengajian umum dan selawat bersama yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi antara ulama, santri, alumni pesantren, tokoh masyarakat, pemerintah, dan warga.
Sejumlah ulama dan tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KHR. Kholil As'ad Samsul Arifin, Pengasuh PP Walisongo Situbondo; KH. Khazin Mudhar, Pengasuh PP Miftahul Ulum Suren; serta KH. Miftahul Arifin Hasan. Hadir pula ASPARAGUS Kabupaten Jember, tokoh agama dan masyarakat Kecamatan Ledokombo, para santri dan alumni PP Miftahul Ulum Suren, serta masyarakat umum.
Ketua Panitia H. Taufikur Rahman menjadi penanggung jawab kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh antusiasme jemaah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Suasana kemudian semakin semarak saat jemaah bersama-sama mengikuti pembacaan Selawat Nariyah yang dipimpin Gus Roni.
Pembacaan tahlil menjadi bagian berikutnya sebelum acara dilanjutkan dengan sambutan KH. Khazin Mudhar.
Dalam sambutannya, KH. Khazin Mudhar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga peringatan Maulid Nabi dapat terlaksana dengan baik.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW serta mendorong masyarakat meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah dalam keseharian.
“Semoga melalui kegiatan ini kita semakin mencintai Nabi Muhammad SAW. Kecintaan tersebut hendaknya diwujudkan dengan memperbanyak selawat, mengikuti sunah, serta meneladani akhlak beliau,” pesan KH. Khazin Mudhar.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sirah Nabawiyah yang mengajak jemaah mengenal lebih dekat perjalanan kehidupan dan perjuangan Rasulullah SAW. Penyampaian sirah tersebut menjadi pengantar bagi jemaah untuk memahami nilai-nilai keteladanan yang terkandung dalam kehidupan Nabi.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiah agama oleh KHR. Kholil As'ad Samsul Arifin, Pengasuh PP Walisongo Situbondo.
Dalam tausiahnya, KHR. Kholil As'ad Samsul Arifin mengajak jemaah untuk terus memperbanyak selawat dan mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan spiritual umat Islam.
Ia menjelaskan bahwa memperbanyak selawat dan menghadirkan kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi jalan untuk melembutkan hati. Keteladanan para sahabat yang begitu dekat dengan Nabi Muhammad SAW menjadi gambaran bagaimana kedekatan dengan Rasulullah dapat melahirkan kecintaan terhadap ajaran dan perintah Allah SWT.
“Teruslah berselawat dan mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad. Dengan begitu hati kita diharapkan menjadi lebih nikmat dan lembut. Para sahabat merasakan nikmatnya ketika dekat dengan Nabi dan nyambung dengan Nabi,” tutur KHR. Kholil As'ad Samsul Arifin.
Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus ekspresi cinta dan kerinduan umat Islam kepada Rasulullah SAW. Namun, kecintaan tersebut perlu diterjemahkan dalam kehidupan nyata melalui pengamalan ajaran agama dan akhlak yang baik.
Menurutnya, perjalanan mendekatkan diri kepada Allah SWT bukanlah sesuatu yang selalu mudah. Karena itu, umat Islam harus terus memperbaiki diri dan menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam kehidupan.
“Peringatan Maulid Nabi ini selain sebagai bentuk syukur juga menjadi bentuk cinta dan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk merasakan nikmat dan kesegaran dalam mendekat kepada Allah memang tidak mudah. Karena itu, jadikanlah puncak dari tujuan kita hanya kepada Allah,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, pengajian dan peringatan Maulid Nabi memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat yang religius sekaligus memperkuat kebersamaan di Kecamatan Ledokombo.
“Peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk berselawat dan mendengarkan tausiah, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah, santri, tokoh masyarakat, dan seluruh warga. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sangat penting untuk terus kita hadirkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Roni.
Roni juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PP Miftahul Ulum, panitia, para ulama, tokoh masyarakat, jemaah, serta seluruh unsur pengamanan yang telah bersama-sama menjaga kegiatan sehingga dapat berlangsung aman dan kondusif.
Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pesantren, pemerintah, dan unsur keamanan menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kegiatan keagamaan yang tertib dan nyaman.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif. Ini tentu berkat kerja sama semua pihak. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga di Kecamatan Ledokombo,” tambahnya.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib, pengamanan melibatkan berbagai unsur. Polsek Ledokombo menerjunkan lima personel, Koramil Ledokombo satu personel, serta dua personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo.
Dukungan juga diberikan tim medis dari Puskesmas Ledokombo untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan jemaah selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, dari internal pesantren dikerahkan sekitar 30 personel pengamanan internal PP Miftahul Ulum Suren dan 20 personel Banser Kecamatan Ledokombo.
Kehadiran unsur pengamanan lintas instansi tersebut menunjukkan sinergi dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan jumlah jemaah mencapai sekitar 1.500 orang.
Selain menjadi momentum keagamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Dusun Dampar juga memperlihatkan kuatnya peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat di Kecamatan Ledokombo.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan berakhir sekitar pukul 23.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Peringatan Maulid Nabi di PP Ribath Darul Hasan Miftahul Ulum Suren tersebut tidak sekadar menghadirkan ribuan jemaah dalam satu majelis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan semangat berselawat, memperkuat silaturahmi, serta menanamkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat tersebut diharapkan tidak hanya bergema di dalam majelis, tetapi juga tercermin melalui akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan kehidupan sosial masyarakat Kecamatan Ledokombo. (yus)