Mediasi Warga Perum TB Permai 1 dengan Pengusaha Dimsum Berjalan Damai dan Kekeluargaan
- 13 Agustus 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Mediasi Warga Perum TB Permai 1 dengan Pengusaha Dimsum Berjalan Damai dan Kekeluargaan
JEMBER, 12 Agustus 2026, Upaya penyelesaian permasalahan antara warga Perum TB Permai 1 dengan pengusaha dimsum berlangsung secara damai dan mengedepankan prinsip kekeluargaan. Mediasi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk fasilitasi pemerintah kelurahan untuk mempertemukan kedua pihak, menyampaikan aspirasi, serta mencari solusi terbaik yang dapat diterima bersama.
Kegiatan mediasi dihadiri oleh Lurah Tegal Besar, Maria Hardajanti, A.Md., Ketua RW 010 Arik Hariyanto, S.H., Ketua RT 003 RW 010 Agus Suhartono, pengusaha dimsum serta Kesling Puskesmas Kaliwates Denti Tarwiganti. Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi bersama agar permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara terbuka tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Dalam mediasi, masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, keluhan, maupun harapan secara langsung. Pemerintah Kelurahan Tegal Besar berupaya menjaga suasana pertemuan agar tetap kondusif sehingga setiap persoalan dapat dibicarakan dengan kepala dingin dan mengutamakan kepentingan bersama.
Lurah Tegal Besar, Maria Hardajanti, A.Md., menekankan pentingnya komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Menurutnya, perbedaan kepentingan merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, namun harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan tidak mengesampingkan kepentingan lingkungan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mencari jalan keluar bersama. Semua pihak memiliki kepentingan dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, persoalan seperti ini sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dengan tetap menjaga hubungan baik antarwarga,” ujar Maria dalam kesempatan tersebut.
Pihak RW dan RT juga turut berperan dalam menjaga komunikasi antara warga dan pihak pengusaha. Ketua RW 010 Arik Hariyanto, S.H., bersama Ketua RT 003 RW 010 Agus Suhartono, menyampaikan aspirasi warga sekaligus mendorong agar penyelesaian permasalahan dapat dilakukan secara bijaksana. Khususnya terkait bau yang kurang sedap akibat buangan limbah sisa olahan daging dimsum. Keterlibatan pengurus lingkungan menjadi penting karena RW dan RT merupakan bagian yang dekat dengan masyarakat. Dengan adanya komunikasi secara langsung, berbagai persoalan di lingkungan dapat segera disampaikan dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Sementara itu, pengusaha dimsum turut menyampaikan pandangan dan tanggapannya dalam pertemuan tersebut. Ia diberikan kesempatan untuk menjelaskan kondisi serta usaha yang dijalankan. Beliau secara langsung menyampikan permohonan maaf atas ketidak tahuan akan pengelolaan limbah dimsum yang timbul dan kurangnya komunikasi dengan pemangku wilayah yaitu RT dan RW setempat. Selain membahas hubungan antara kegiatan usaha dengan kenyamanan lingkungan, mediasi juga melibatkan Kesling Puskesmas Kaliwates, Denti Tarwiganti, untuk memberikan pandangan dari aspek kesehatan lingkungan. Kehadiran unsur kesehatan lingkungan diharapkan dapat memberikan masukan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, serta kondisi lingkungan di sekitar lokasi usaha.
Aspek kesehatan lingkungan menjadi salah satu perhatian penting dalam keberadaan kegiatan usaha yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kebersihan area usaha, pengelolaan limbah, sanitasi, serta kondisi lingkungan sekitar perlu diperhatikan secara bersama-sama agar aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan maupun kesehatan masyarakat.
Dalam suasana yang berlangsung kondusif, kedua pihak kemudian berupaya membangun kesepahaman. Mediasi tidak hanya menjadi tempat menyampaikan permasalahan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan mencari titik temu antara kepentingan warga dengan keberlangsungan usaha.
Pemerintah Kelurahan Tegal Besar berharap hasil mediasi tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan hubungan yang lebih harmonis di lingkungan Perum TB Permai 1. Warga diharapkan dapat menyampaikan setiap persoalan melalui jalur komunikasi yang baik, sementara pihak pengusaha juga diharapkan senantiasa memperhatikan kondisi lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Penyelesaian secara damai dan kekeluargaan menjadi nilai penting dalam pertemuan tersebut. Dengan mengedepankan musyawarah, masing-masing pihak dapat menyampaikan persoalan secara langsung sekaligus mendengarkan penjelasan dari pihak lainnya.
Mediasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah kelurahan bersama pengurus lingkungan dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Pemerintah tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi, tetapi juga hadir sebagai fasilitator ketika terdapat persoalan sosial di tengah masyarakat yang membutuhkan komunikasi dan penyelesaian bersama.Kegiatan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman di kemudian hari. Hubungan yang baik antara warga dan pelaku usaha merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif.
Dengan berakhirnya mediasi dalam suasana yang damai dan penuh kekeluargaan, seluruh pihak diharapkan dapat menjalankan kesepahaman yang telah dibangun. Pengusaha dimsum berjanji segera menyelesaikan perijinan dan pembuatan sanitasi pengolahan limbah agar tidak menimbulkan pencemaran bau dan siap menampung tenaga kerja warga sekitar tempat usaha , warga, pengurus RT dan RW bersama sama menjaga kebersihan lingkungan dengan dukungan dari pengusaha dimsum agar saluran pembangunan air bisa berjalan lancar dan tidak ada lagi limbah yang mengendap sehingga meimbulkan bau. Pemerintah Kelurahan Tegal Besar , Pelaku usaha, serta unsur Kesehatan Lingkungan memiliki peran masing-masing dalam menjaga kualitas kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Kelurahan Tegal Besar juga mengajak masyarakat untuk terus membangun budaya dialog dan gotong royong. Setiap persoalan yang muncul di lingkungan diharapkan dapat diselesaikan secara bersama-sama melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah.Mediasi warga Perum TB Permai 1 dengan pengusaha dimsum tersebut menjadi contoh bahwa perbedaan kepentingan dapat diselesaikan dengan cara yang baik apabila semua pihak memiliki kemauan untuk mendengarkan dan mencari solusi. Semangat kekeluargaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis.
Dengan demikian, pertemuan tersebut tidak hanya menghasilkan penyelesaian atas persoalan yang dibahas, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menjaga hubungan sosial di lingkungan Perum TB Permai 1 agar tetap aman, nyaman, dan kondusif.