Melayani dengan Hati Jadi Unggulan Kelurahan Kebonsari
- 12 Maret 2026
- Dibaca 360 Kali
Bagikan Via:
Melayani dengan Hati Jadi Unggulan Kelurahan Kebonsari
JEMBER, 12 MARET 2026 - Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, kembali menjadi sorotan positip masyarakat. Setiap warga yang membutuhkan pelayanan di kelurahan ini langsung dilayani tanpa berbelit-belit. Itu janji nyata yang ditepati Lurah Edi Harianto, S.Sos, saat pertama kali menjabat sebagai Lurah Kebonsari 2025.
“Ya, itu memang janji saya kepada masyarakat. Setiap ada penduduk yang membutuhkan pelayanan, langsung kami bersama staf melayani dengan baik dan cepat. Tidak ada kata tunggu terlalu lama,” ujar Edi Harianto kepada media ini, Kamis, 12 Maret 2026.
Program unggulan kelurahan ini memang pajak. Tahun demi tahun, Kebonsari selalu berada di posisi teratas penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan serta pajak lainnya di wilayah Kecamatan Sumbersari. Capaian itu bukan kebetulan semata.
Edi menjelaskan, pelayanan prima ternyata menjadi kunci utama pemerintahannya. Warga yang datang untuk urusan apapun termasuk pajak, sertifikat, atau administrasi kependudukan langsung ditangani petugas. Proses cepat, transparan, dan ramah. "Kebutuhan apapun yang bersifat administratif, kami layani dengan cepat dan tuntas. Dari sini warga merasa dihargai, dan akhirnya berimbas pada mudahnya pembayaran pajak masyarakat," tegas Edi.
Selain pajak, Tim Penggerak PKK Kelurahan Kebonsari juga konsisten menjalankan program pemberdayaan perempuan. Berbagai kegiatan pelatihan keterampilan, posyandu, dan ekonomi kreatif digelar rutin. Hasilnya, ratusan ibu rumah tangga kini memiliki usaha sampingan yang menopang ekonomi keluarga.
Tak hanya di balik meja, Edi dan timnya selalu turun ke lapangan. Setiap pekan mereka mengunjungi kelompok masyarakat (Pokmas) di 12 RW se-Kelurahan Kebonsari. Tujuannya sederhana, menyerap aspirasi dan mengetahui kesulitan warga secara langsung.
“Kami ingin dekat dengan masyarakat. Kunjungan ke Pokmas bukan sekadar formalitas. Di sana kami mendengar langsung keluhan soal sampah, drainase, hingga kebutuhan UMKM,” tambah Edi.
Salah satu Pokmas di RW 05 misalnya, mengeluhkan akses jalan rusak. Dalam waktu dua minggu, kelurahan berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan perbaikan pun rampung. Contoh lain, kelompok ibu-ibu di RW 08 yang menginginkan pelatihan pengolahan makanan. PKK langsung merespons dengan menggelar workshop gratis bekerja sama dengan Dinas Perindustrian.
Capaian ini mendapat apresiasi dari Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, S.IP., MM. Menurutnya, Kebonsari menjadi teladan bagi kelurahan lain di Jember. “Pelayanan prima plus kedekatan dengan warga membuat kepercayaan publik tinggi. Hasilnya pajak meningkat dan aspirasi terserap dengan baik,” katanya.
Edi Harianto sendiri menegaskan komitmennya. “Kami bukan hanya lurah di balik meja. Kami lurah yang selalu siap sedia. Masyarakat Kebonsari adalah prioritas utama untuk dilayani dengan hati,” tuturnya.
Dengan strategi pelayanan instan, cepat, prima, pendapatan pajak tertinggi, PKK yang konsisten, dan kunjungan rutin ke Pokmas, Kelurahan Kebonsari membuktikan bahwa pemerintahan kelurahan bisa hadir nyata di tengah masyarakat. Bukan sekadar slogan, tapi aksi nyata yang dirasakan warga setiap hari. (sar)