logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Memperkuat Peran Pelopor dan Pelapor: Langkah Nyata Forum Anak Jember Cegah Perkawinan Anak

  • 24 Agustus 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
memperkuat-peran-pelopor-dan-pelapor-langkah-nyata-forum-anak-jember-cegah-perkawinan-anak-20260825

Memperkuat Peran Pelopor dan Pelapor: Langkah Nyata Forum Anak Jember Cegah Perkawinan Anak

JEMBER, 24 AGUSTUS 2026 - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menggelar sosialisasi pencegahan perkawinan anak melalui penguatan Forum Anak di Aula Wisata Rembangan, Minggu 23 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk melindungi masa depan generasi muda dari dampak buruk pernikahan dini.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran penggerak muda dari Forum Anak Jember, Forum Anak Desa Silo, Forum Anak Desa Kalisat, Forum Anak Desa Sukoreno, serta para sukarelawan.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, memaparkan materi mendalam mengenai bahaya perkawinan anak. Ia menyoroti risiko kesehatan, hambatan pendidikan, gangguan psikologis, hingga ancaman terhadap cita-cita anak.

Dalam arahannya, Sugeng menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk membentengi generasi muda dari pernikahan usia dini.

"Perkawinan anak bukan sekadar isu sosial, melainkan ancaman nyata bagi masa depan, kesehatan, hingga psikologis generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan Forum Anak berdiri tegak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)," ujar Sugeng.

Ia menambahkan, anggota Forum Anak merupakan garda terdepan yang memiliki suara untuk mengedukasi teman sebaya. Mereka juga diharapkan berani mencegah serta melaporkan potensi perkawinan anak di lingkungan sekitar.

Sugeng mengimbau anggota Forum Anak mengisi hari-hari mereka dengan kegiatan positif. Peran aktif agen 2P ini berfokus pada tiga hal utama: pencegahan kekerasan, pencegahan perkawinan anak, dan penciptaan ruang aman bagi tumbuh kembang anak.

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan kegiatan luar ruangan (outbound) interaktif untuk mengasah kerja sama tim, lalu ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang.

Melalui pendampingan ini, pemahaman peserta mengenai risiko perkawinan dini makin meningkat. Anak-anak dibekali keberanian untuk bersuara sekaligus terdorong menggalakkan kampanye kreatif, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun media sosial.

Agenda ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran anak-anak Jember untuk fokus melanjutkan pendidikan, mengoptimalkan potensi diri, dan mengejar cita-cita sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. (ysf)

Galeri Foto