logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Jelbuk

Menembus Lereng Pegunungan, Mobil Homecare Hadir Membawa Harapan Baru bagi Warga Jelbuk

  • 25 Juli 2026
  • Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
menembus-lereng-pegunungan-mobil-homecare-hadir-membawa-harapan-baru-bagi-warga-jelbuk-20260726

Menembus Lereng Pegunungan, Mobil Homecare Hadir Membawa Harapan Baru bagi Warga Jelbuk

JEMBER, 25 JULI 2026 – Di balik indahnya bentang alam Kecamatan Jelbuk, terdapat perjuangan sebagian masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan. Bagi warga yang tinggal di wilayah pegunungan seperti Desa Panduman dan Desa Sucopangepok, perjalanan menuju fasilitas kesehatan tidak selalu mudah.

Jarak yang cukup jauh, kondisi jalan yang menanjak, serta keterbatasan transportasi menjadi tantangan yang kerap dihadapi, terutama oleh lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, maupun pasien dengan penyakit kronis.

Harapan baru kini hadir melalui Program Mobil Homecare yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember di UPTD Puskesmas Sumberbaru, Jumat 24 Juli 2026. Program ini menghadirkan layanan kesehatan secara jemput bola, di mana tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan merata.

Peluncuran program Mobil Homecare tersebut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benjamin Paulus Octavianus, Bupati Jember Muhammad Fawait, jajaran Forkopimda Kabupaten Jember, Anggota DPR RI Kawendra Lukistian, Perwakilan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), kepala perangkat daerah, direktur rumah sakit daerah, kepala puskesmas se-Kabupaten Jember, para camat, unsur Muspika, kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan.

Bagi Kecamatan Jelbuk yang terdiri atas enam desa, kehadiran Mobil Homecare memiliki arti yang sangat penting. Dua desa di antaranya, yakni Panduman dan Sucopangepok, berada di kawasan pegunungan dengan karakteristik wilayah yang membuat akses menuju fasilitas kesehatan membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar dibandingkan wilayah lain. Dalam kondisi darurat maupun ketika warga mengalami keterbatasan mobilitas, pelayanan kesehatan yang hadir langsung ke rumah menjadi solusi yang sangat dinantikan.

Plt Camat Jelbuk, Kukuh Hidayat, menilai Program Mobil Homecare merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti di pusat kota atau hanya mudah diakses oleh masyarakat yang tinggal dekat fasilitas kesehatan. Warga yang berada di wilayah pegunungan seperti Desa Panduman dan Desa Sucopangepok memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan yang cepat dan berkualitas. Karena itu, Pemerintah Kecamatan Jelbuk siap mendukung penuh pelaksanaan Program Mobil Homecare melalui sinergi dengan puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh hak atas pelayanan kesehatan. Justru kondisi tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik hingga menjangkau wilayah yang paling sulit sekalipun.

Semangat kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, kader kesehatan, hingga perangkat kewilayahan akan memperkuat koordinasi agar setiap warga yang membutuhkan pelayanan dapat segera terdata dan memperoleh penanganan yang cepat.

Lebih dari sekadar layanan medis, Mobil Homecare membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan. Ketika tenaga kesehatan datang mengetuk pintu rumah warga di lereng pegunungan, yang hadir bukan hanya pemeriksaan kesehatan, tetapi juga rasa aman, kepedulian, dan harapan.

Melalui Program Mobil Homecare, Pemerintah Kecamatan Jelbuk berkomitmen mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin inklusif, merata, dan berkeadilan. Sebab, keberhasilan pelayanan publik bukan hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang dibangun, tetapi dari kemampuan menghadirkan layanan hingga menjangkau masyarakat yang selama ini paling sulit dijangkau. (ama)

Galeri Foto