logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

Menjaga Irigasi Tetap Berfungsi, DPUPR Jember Gelar Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Air Tanah

  • 24 September 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
menjaga-irigasi-tetap-berfungsi-dpupr-jember-gelar-pelatihan-operasi-dan-pemeliharaan-irigasi-air-tanah-20260925

Menjaga Irigasi Tetap Berfungsi, DPUPR Jember Gelar Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Air Tanah

JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 - Menjaga agar jaringan irigasi tetap berfungsi tidak cukup hanya dengan membangun atau menyediakan sarana pendukungnya. Setelah digunakan, sistem irigasi juga membutuhkan pengoperasian yang tepat dan pemeliharaan secara rutin agar manfaatnya bisa terus dirasakan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian DPUPR Kabupaten Jember melalui kegiatan Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Air Tanah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan para operator dalam mengelola sarana irigasi air tanah di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji pada Rabu, 23 September 2026.

Pelatihan tidak hanya membahas bagaimana sebuah sarana irigasi dioperasikan, tetapi juga bagaimana kondisi dan fungsinya tetap dijaga. Pemahaman tersebut penting karena setiap sarana yang digunakan secara terus-menerus tentu membutuhkan pengelolaan dan perhatian agar tidak mudah mengalami gangguan.

Bagi operator, pengetahuan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan menjadi bekal penting ketika mereka berhadapan langsung dengan kondisi di lapangan. Dengan pemahaman yang lebih baik, berbagai kegiatan pengelolaan irigasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat dan tidak hanya menunggu ketika terjadi kerusakan.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan DPUPR Kabupaten Jember, Dai Agus Muttaqin menjelaskan, pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan operator dalam menjalankan dan menjaga sarana irigasi air tanah.

“Pelatihan ini kami harapkan bisa menambah pemahaman dan keterampilan operator, terutama dalam pengoperasian serta pemeliharaan sarana irigasi. Jadi bukan hanya bagaimana mengoperasikan, tetapi juga bagaimana menjaga agar sarana tersebut tetap berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan irigasi memiliki peran yang cukup penting dalam menunjang kebutuhan air, khususnya untuk kegiatan pertanian. Karena itu, pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pengoperasian harus disesuaikan dengan kebutuhan, sementara kondisi sarana juga perlu diperhatikan agar fungsi irigasi tetap berjalan.

Pelatihan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman antara teori dan kondisi yang ditemui operator di lapangan. Sebab, dalam praktiknya, pengelolaan irigasi tidak selalu menghadapi kondisi yang sama. Operator dituntut memahami sarana yang mereka kelola sekaligus mampu melakukan langkah pemeliharaan sesuai dengan kondisi yang ada.

“Yang paling penting adalah bagaimana setelah mengikuti pelatihan ini, pengetahuan yang didapat bisa diterapkan di lapangan. Operator menjadi lebih memahami apa yang harus dilakukan saat mengoperasikan maupun ketika melakukan pemeliharaan,” lanjutnya.

Pengoperasian yang tepat juga berkaitan dengan upaya menjaga usia dan fungsi sarana irigasi. Ketika sarana digunakan sesuai prosedur dan mendapatkan pemeliharaan yang baik, potensi gangguan dapat ditekan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lebih panjang.

Hal ini menjadi semakin penting karena irigasi air tanah merupakan salah satu bagian dari infrastruktur yang mendukung kebutuhan air di wilayah pertanian. Ketika sistemnya berjalan dengan baik, keberadaan sarana tersebut dapat membantu mendukung aktivitas masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air.

Di sisi lain, pemeliharaan juga tidak selalu harus menunggu sampai terjadi kerusakan. Perhatian terhadap kondisi sarana secara berkala menjadi bagian penting dari pengelolaan. Dengan begitu, apabila ditemukan kondisi yang mulai mengalami gangguan, penanganan dapat dilakukan lebih awal.

Melalui kegiatan pelatihan ini, DPUPR Kabupaten Jember ingin mendorong agar pengelolaan irigasi air tanah dilakukan dengan pemahaman yang lebih baik. Operator tidak hanya menjadi pihak yang menjalankan sarana, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga agar fasilitas yang ada tetap dapat bekerja sebagaimana mestinya. (yan)

Galeri Foto