logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Silo

MENTERI PPPA RI DAN BUPATI JEMBER GUS FAWAIT HADIR DALAM FESTIVAL EGRANG XIV TANOKER LEDOKOMBO 2026 CAMAT SILO TURUT MEMERIAHKAN

  • 09 Agustus 2026
  • Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
menteri-pppa-ri-dan-bupati-jember-gus-fawait-hadir-dalam-festival-egrang-xiv-tanoker-ledokombo-2026-camat-silo-turut-memeriahkan-20260809

MENTERI PPPA RI DAN BUPATI JEMBER GUS FAWAIT HADIR DALAM FESTIVAL EGRANG XIV TANOKER LEDOKOMBO 2026 CAMAT SILO TURUT MEMERIAHKAN

MENTERI PPPA RI DAN BUPATI JEMBER GUS FAWAIT HADIR DALAM FESTIVAL EGRANG XIV TANOKER LEDOKOMBO 2026 CAMAT SILO TURUT MEMERIAHKAN

JEMBER – Semangat melestarikan budaya tradisional kembali menguat di Kabupaten Jember. Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E, Camat Silo menghadiri Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo 2026 yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Kecamatan Ledokombo.

Kegiatan tahunan yang digagas komunitas Tanoker ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian permainan tradisional, tetapi juga ruang edukasi karakter bagi anak. Kemeriahan festival tahun ini semakin lengkap dengan kehadiran pejabat nasional dan daerah.

“Saya menghadiri kegiatan Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo 2026. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan Bupati Jember Gus Fawait,” ujar Camat Silo.

Festival Egrang XIV Tanoker Ledokombo 2026 diikuti ratusan peserta. Berbagai lomba, pertunjukan seni, pameran UMKM, hingga workshop pembuatan egrang memeriahkan acara sejak pagi hingga selesai.

Dalam kehadireannya, Camat Silo menekankan pentingnya permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter anak. Menurutnya, di tengah gempuran gadget dan budaya pop, egrang menjadi salah satu cara efektif menumbuhkan nilai-nilai positif.

“Festival Egrang merupakan salah satu warisan budaya yang luar biasa. Melalui permainan tradisional ini anak-anak kita diajarkan nilai keberanian, keseimbangan, kerja keras, dan kebersamaan. Ini sejalan dengan upaya kita dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan mencintai budaya bangsa,” jelasnya.

Camat Silo juga menyoroti makna kehadiran Menteri PPPA RI dan Bupati Jember dalam kegiatan ini. Ia menilai hal tersebut sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mengintegrasikan pelestarian budaya dengan penguatan keluarga dan perlindungan anak.

“Kehadiran Ibu Menteri PPPA RI dan Bupati Jember Gus Fawait dalam festival ini menjadi motivasi besar bagi kami di daerah. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah memiliki perhatian yang sama dalam pelestarian budaya sekaligus penguatan peran keluarga dan anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas Tanoker Ledokombo yang secara konsisten menyelenggarakan festival ini. Ia berharap semangat tersebut dapat ditiru oleh kecamatan lain, termasuk Kecamatan Silo.

“Saya mengapresiasi Tanoker Ledokombo yang secara konsisten menjaga budaya egrang. Semoga semangat ini menjadi inspirasi bagi Kecamatan Silo untuk terus menggali, merawat, dan mengembangkan potensi budaya lokal. Pemerintah Kecamatan Silo siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk memajukan seni, budaya, dan kreativitas anak,” tegasnya.

Menurut Camat Silo, budaya tidak boleh hanya menjadi tontonan, tetapi harus menjadi gerakan. Melalui kegiatan seperti Festival Egrang, anak-anak tidak hanya belajar keterampilan fisik, tetapi juga belajar pantang menyerah ketika jatuh, belajar saling membantu, dan belajar menghargai kearifan lokal.

Pemerintah Kecamatan Silo ke depan akan mendorong desa-desa untuk mengadakan kegiatan serupa berskala kecil. Sinergi dengan sekolah, TP-PKK, karang taruna, dan pelaku UMKM akan dikuatkan agar dampaknya tidak hanya pada bidang budaya, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.

“Mari bersama-sama kita jadikan budaya sebagai jembatan untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan ekonomi kreatif, dan menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak dan keluarga di Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Festival Egrang XIV ini mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pengunjung memadati area Tanoker untuk menyaksikan festival berjalan di atas egrang, pertunjukan teater rakyat, musik tradisional, dan bazar produk lokal.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, dan komunitas, diharapkan Festival Egrang Tanoker terus berkembang dan menjadi ikon budaya Jember yang mendunia, sekaligus menjadi laboratorium pendidikan karakter bagi generasi penerus bangsa.

Galeri Foto