Oleh : Kecamatan Wuluhan
Mini Lokakarya Lintas Sektor Bahas Kesehatan dan Ketahanan Gizi di Kecamatan Wuluhan
- 05 November 2025
- Dibaca 314 Kali
Bagikan Via:
Mini Lokakarya Lintas Sektor Bahas Kesehatan dan Ketahanan Gizi di Kecamatan Wuluhan
Wuluhan – Pemerintah Kecamatan Wuluhan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan angka penyakit menular serta stunting. Hal ini dibahas dalam kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor yang digelar pada Rabu (29/10/2025) di Aula Kantor Kecamatan Wuluhan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Wuluhan atau perwakilannya, Kepala UPTD Puskesmas Wuluhan dan Lojejer, Koordinator Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Wuluhan, para kepala desa se-Kecamatan Wuluhan atau yang mewakili, Ketua TP PKK Kecamatan Wuluhan, Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Wuluhan, serta Koordinator Pengawas Pendidikan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai isu kesehatan dan program sosial dibahas secara mendalam. Kepala Puskesmas Wuluhan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala demam berdarah (DBD) di musim penghujan. Warga diminta segera melakukan pemeriksaan apabila demam berlangsung lebih dari empat hari, karena hari kelima merupakan fase kritis yang berpotensi fatal bila tidak segera ditangani.
Selain itu, disampaikan pula bahwa kasus penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) mengalami peningkatan. Masyarakat diimbau segera melapor ke puskesmas bila menemukan warga yang mengalami batuk lebih dari lima hari, agar dapat dilakukan pemeriksaan dahak. Langkah ini penting karena TBC merupakan penyakit dengan tingkat penularan yang tinggi.
Kusen selaku Koordinator KB Kecamatan Wuluhan juga mendorong pembentukan tutor sebaya dalam komunitas Forum Anak Desa (FAD) guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi remaja terhadap isu kesehatan reproduksi dan pendidikan karakter.
Dari hasil lokakarya, sejumlah agenda dan data juga dipaparkan. Kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kecamatan Wuluhan dijadwalkan pada 10 November 2025, dengan undangan peserta menyesuaikan konfirmasi dari organisasi perangkat daerah (OPD).
Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tanjungrejo yang menyasar balita non-PAUD, ibu hamil, dan ibu menyusui, masih dilakukan koordinasi terkait penentuan gedung dapur MBG. Sementara itu, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di wilayah Puskesmas Wuluhan mencapai 79 persen dan diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 80 persen melalui dukungan lintas elemen.
Dari laporan Puskesmas Lojejer, jumlah ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) menurun sebanyak delapan orang dibandingkan tahun 2024. Namun, kasus kematian ibu (AKI) masih tercatat satu kasus di Desa Tamansari, dan kematian bayi (AKB) satu kasus di Desa Ampel.
Melalui mini lokakarya ini, seluruh pihak berkomitmen memperkuat sinergi dalam bidang kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit, perbaikan gizi, dan penurunan angka kematian ibu serta bayi di Kecamatan Wuluhan.