logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

Skrining Sistematis TBC di Ajung Lampaui Target, 210 Warga Ikuti Pemeriksaan Dini

  • 08 Mei 2026
  • Dibaca 141 Kali
Bagikan Via:
skrining-sistematis-tbc-di-ajung-lampaui-target-210-warga-ikuti-pemeriksaan-dini-20260509

Skrining Sistematis TBC di Ajung Lampaui Target, 210 Warga Ikuti Pemeriksaan Dini

JEMBER, 08 MEI 2026 – Upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat di Kabupaten Jember. Melalui kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SS TB) yang digelar di Balai Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, sebanyak 210 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan, melampaui target awal sebanyak 200 peserta.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara STPI (Stop TB Partnership Indonesia), Puskesmas Ajung, kader TBC Kecamatan Ajung, serta didukung pendanaan dari USAID. Skrining dilaksanakan sebagai langkah percepatan penemuan kasus dan pencegahan penyebaran TBC di masyarakat.

Koordinator Lapangan STPI, Shoimatul Hasanah, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menjadi indikator positif bahwa warga mulai memahami pentingnya deteksi dini TBC agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya, Jumat 08 Mei 2026.

Sebelum menjalani pemeriksaan, peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui kader TBC maupun media sosial yang disiapkan panitia dan Puskesmas Ajung. Setibanya di lokasi, peserta menjalani verifikasi data administrasi kependudukan untuk memastikan kesesuaian identitas.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan, mulai dari rontgen dada, tes dahak, hingga pemeriksaan Mantoux atau Tuberculin Skin Test (TST). Setelah itu, peserta mengikuti sesi wawancara kesehatan terkait gejala dan keluhan yang dirasakan.

Bagi peserta yang menunjukkan gejala seperti batuk berkepanjangan, dilakukan pemeriksaan lanjutan setelah proses rontgen guna memastikan kondisi kesehatan secara lebih mendalam.

Selain pemeriksaan kesehatan, keluarga pasien TBC yang hasil rontgen dan TCM-nya dinyatakan negatif juga diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan maupun perkembangan penyakit TBC di kemudian hari.

Kepala Desa Pancakarya, Murka’i, mengapresiasi pelaksanaan skrining yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan secara mudah dan cepat.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena warga bisa melakukan pemeriksaan tanpa harus jauh-jauh ke fasilitas kesehatan. Kami berharap kegiatan serupa terus berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Ajung, Hadi Susanto, S.Pd., menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan lembaga mitra menjadi kunci penting dalam mendukung program eliminasi TBC.

“Pencegahan dan penanganan TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis upaya eliminasi TBC di wilayah Kecamatan Ajung dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.

Pelaksanaan skrining turut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ajung, di antaranya Faridatul Fitriyah, dr. Yuke Aulia, Agus Budi, dan Siti Nuar Hasanah bersama seluruh kader TBC Kecamatan Ajung. Pemeriksaan rontgen di lokasi juga didukung tim vendor radiografi yang terdiri dari Ridwan, Fa’is, dan Garis.

Selain Shoimatul Hasanah selaku Koordinator Lapangan, kegiatan dari pihak STPI juga didampingi Rudania Indana Zulfa sebagai petugas input data.

Melalui kegiatan Skrining Sistematis TBC ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan semakin meningkat. Deteksi dini menjadi langkah strategis untuk mempercepat penanganan pasien sekaligus menekan angka penularan TBC di lingkungan masyarakat. (ikh)

Galeri Foto