Mitigasi Bencana di Sekolah Jadi Prioritas, BPBD Jember Perkuat Kapasitas Fasilitator SPAB
- 19 Agustus 2026
- Dibaca 116 Kali
Bagikan Via:
Mitigasi Bencana di Sekolah Jadi Prioritas, BPBD Jember Perkuat Kapasitas Fasilitator SPAB
JEMBER, 19 AGUSTUS 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember memperkuat kapasitas fasilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan tangguh menghadapi bencana.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator SPAB Kabupaten Jember Tahun 2026 digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (18-19) Agustus 2026. Kegiatan hari pertama berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, sedangkan hari kedua dilaksanakan secara luring di Posko Relawan BPBD Kabupaten Jember, Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari.
Kepala BPBD Kabupaten Jember Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si. mengatakan, penguatan SPAB menjadi penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan yang membutuhkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Menurut dia, penanganan bencana tidak seharusnya hanya berorientasi pada tindakan ketika bencana sudah terjadi. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu dikedepankan untuk mengurangi risiko serta dampak yang mungkin ditimbulkan.
“Mitigasi harus lebih dikedepankan dibandingkan penanganan saat bencana atau tindakan tanggap darurat. Kita harus mempersiapkan masyarakat, termasuk lingkungan sekolah, sebelum bencana terjadi,” ujar Edy Budi Susilo.
Edy Budi Susilo juga menekankan pentingnya keterlibatan guru dalam penanggulangan bencana. Guru dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik dan dapat menjadi penggerak budaya sadar bencana di lingkungan sekolah.
“Peran guru sangat penting dalam penanggulangan bencana. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengajarkan kesiapsiagaan dan membangun perilaku tangguh bencana kepada siswa,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan kebencanaan membutuhkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Menurut Edy Budi Susilo, BPBD tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun satuan pendidikan yang aman dan tangguh. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus terus diperkuat agar program kebencanaan di satuan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi Peta Jalan SPAB 2025-2029, teknik fasilitasi dan sosialisasi SPAB, implementasi SPAB melalui 10 langkah, serta integrasi SPAB ke dalam kurikulum.
Kegiatan juga diisi arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memfasilitasi, menyosialisasikan, dan mengimplementasikan program SPAB di masing-masing satuan pendidikan.
Program tersebut sekaligus memperkuat koordinasi BPBD, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember-Lumajang, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun sekolah yang aman, siap menghadapi bencana, dan memiliki budaya mitigasi sejak dini. (tgh)