logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

Pascasosialisasi di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan Siap Perluas Program Simbak Gemas ke Sekolah Lain

  • 11 Juli 2026
  • Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
pascasosialisasi-di-desa-ampel-kecamatan-wuluhan-siap-perluas-program-simbak-gemas-ke-sekolah-lain-20260712

Pascasosialisasi di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan Siap Perluas Program Simbak Gemas ke Sekolah Lain

JEMBER, 11 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Wuluhan memastikan akan memperluas jangkauan program Simbak Gemas (Sinergi Muspika Plus Bersama Guru Bimbingan Konseling untuk Generasi Emas) ke sejumlah sekolah dalam waktu dekat. Langkah ini menjadi strategi keberlanjutan pemerintah setempat untuk menekan angka pernikahan dini, kenakalan remaja, serta memutus rantai risiko stunting di Kabupaten Jember.

Komitmen perluasan program tersebut ditegaskan pascapelaksanaan sosialisasi intensif Simbak Gemas di MTs dan MA Al-Falah, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kamis 09 Juli 2026 lalu. Program inisiasi Camat Wuluhan ini dirancang untuk menyokong visi Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam mencetak generasi muda yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing global.

Mewakili Camat Wuluhan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (Kasi PMKS) Kecamatan Wuluhan, Heryani, S.E., menyatakan bahwa antusiasme tinggi dari para santri di Desa Ampel menjadi modal kuat untuk menggulirkan program ini secara masif.

"Melalui Simbak Gemas, fokus kami berikutnya adalah memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari Polsek, Puskesmas, Balai KB, KUA, hingga pihak sekolah, agar edukasi serupa dapat menjangkau seluruh pelajar di Kecamatan Wuluhan. Ini adalah langkah preventif jangka panjang," ujar Heryani saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

Secara teknis, Simbak Gemas mengedepankan kolaborasi multi-pihak. Dalam giat di Desa Ampel lalu, Polsek Wuluhan yang diwakili Nanang, memberikan edukasi hukum terkait bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza). Sementara itu, tim Promosi Kesehatan (Promkes) UPT Puskesmas Lojejer, Ratih dan Wahyu, membedah risiko medis kehamilan usia dini yang rentan memicu stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Ke depan, program ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi tatap muka, melainkan bakal diintegrasikan dengan peran guru Bimbingan Konseling (BK) di masing-masing sekolah. Hal tersebut dilakukan agar pendampingan psikologis, edukasi kesehatan reproduksi, dan perencanaan masa depan remaja dapat berjalan secara konsisten dan terukur.

Pemerintah Kecamatan Wuluhan optimistis, penguatan program Simbak Gemas yang lebih luas di fase berikutnya akan menjadi pilar penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Jember. (riz)

Galeri Foto