Muspika Gumukmas Lakukan Home Visit Bumil di Tembokrejo
- 28 Maret 2026
- Dibaca 203 Kali
Bagikan Via:
Muspika Gumukmas Lakukan Home Visit Bumil di Tembokrejo
JEMBER, 27 MARET 2026 - Jajaran Muspika Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, bersama tim tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Tembokrejo melakukan kunjungan langsung (home visit) ke rumah seorang ibu hamil risiko tinggi (bumil risti) di Dusun Rejosari, Desa Tembokrejo.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan adanya warga yang menolak memeriksakan kehamilannya ke fasilitas kesehatan, meski memiliki indikasi risiko tinggi.
Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, mengatakan langkah persuasif ditempuh untuk memastikan keselamatan ibu dan janin melalui edukasi langsung kepada keluarga.
“Tim turun langsung untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya pemeriksaan kehamilan, terutama bagi ibu dengan risiko tinggi,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Warga yang dikunjungi adalah Dewi Malikikathus Zahroh (25), didampingi suaminya Moh Andry (32), warga RT 02 RW 04 Dusun Rejosari Desa Tembokrejo. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, usia kehamilan Dewi telah memasuki 18 minggu dengan indikasi risiko tinggi yang membutuhkan pemantauan intensif.
Dalam kunjungan tersebut, tim nakes bersama unsur Muspika memberikan penjelasan mengenai potensi risiko medis apabila kehamilan tidak ditangani oleh tenaga profesional di puskesmas atau rumah sakit.
Namun, setelah mendapatkan edukasi, Dewi bersama keluarganya tetap memilih untuk tidak menjalani pemeriksaan lanjutan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan.
Petugas kesehatan di lapangan menyebutkan bahwa pihak puskesmas kemudian mengambil langkah prosedural dengan meminta pasien menandatangani surat pernyataan penolakan tindakan medis.
Surat ini menjadi bukti bahwa pasien telah mendapatkan penjelasan, namun tetap menolak. Risiko yang mungkin terjadi menjadi tanggung jawab pribadi dan keluarga.
Kunjungan ini melibatkan unsur Muspika Kecamatan Gumukmas, tim tenaga kesehatan PKM Tembokrejo, serta perangkat Desa Tembokrejo. Upaya ini merupakan bagian dari sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Meski pasien menolak penanganan lanjutan, tim kesehatan memastikan pemantauan akan tetap dilakukan secara berkala melalui bidan desa guna mengantisipasi risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (rir)