Semangat Lestarikan Budaya, Kompolan Tokang Kejhung Hidupkan Tradisi di Jubung Jember
- 01 April 2026
- Dibaca 296 Kali
Bagikan Via:
Semangat Lestarikan Budaya, Kompolan Tokang Kejhung Hidupkan Tradisi di Jubung Jember
JEMBER, 01 APRIL 2026 - Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan melalui kegiatan Kompolan Tokang Kejhung Kejhung yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 Maret 2026 pukul 19.00 WIB hingga selesai.
Bertempat di Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus penguatan bagi keberlangsungan sastra lisan masyarakat Madura, yaitu kejhung.
Kejhung dikenal sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional yang hidup dan berkembang dalam praktik sosial masyarakat. Sebagai sastra lisan, kejhung memuat nilai-nilai kehidupan, pesan moral, serta identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, keberadaan kejhung perlu terus dijaga agar tidak hilang.
Melalui kegiatan kompolan ini, para tokang kejhung, pegiat budaya, dan masyarakat berkumpul dalam satu wadah untuk menampilkan, mendengarkan, sekaligus merasakan kembali kekuatan tradisi tersebut. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian budaya dapat dilakukan secara sederhana namun bermakna, yakni dengan menghadirkannya langsung di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga warisan budaya. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, kejhung diharapkan dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas lokal yang kuat.
Kepala Bidang Kebudayaan, Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kejhung adalah warisan budaya yang memiliki nilai tinggi dan harus terus kita jaga bersama. Melalui kegiatan kompolan ini, kami ingin menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong kejhung agar berkembang dalam berbagai ruang kehidupan,” ujarnya, dikutip Rabu, 01 April 2026.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pengembangan kejhung dalam ekosistem budaya yang lebih luas. Ke depan, kejhung dapat ditampilkan di ruang publik, diintegrasikan dalam program kebudayaan daerah, serta menjadi bagian dari penguatan identitas budaya lokal.
Dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat. Diharapkan, langkah kecil ini dapat menjadi awal dari gerakan besar dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa Indonesia secara berkelanjutan. (af)