Ngumpul di RRI, Bakesbangpol Jember Gaspol Wujudkan Desa Bersinar dan Pembentukan BNNK
- 16 April 2026
- Dibaca 212 Kali
Bagikan Via:
Ngumpul di RRI, Bakesbangpol Jember Gaspol Wujudkan Desa Bersinar dan Pembentukan BNNK
JEMBER, 16 APRIL 2026 – Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Jember melalui sinergi lintas sektor. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui dialog publik bertajuk "Ngumpul" alias Ngobrol dan Update Komunitas Lokal, yang disiarkan langsung di RRI Pro 2 FM Jember, Kamis 16 April 2026, pukul 20.00–21.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus ajakan bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman narkotika.
Dalam forum tersebut, hadir Mega Wulandari, S.STP., M.M., Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Bakesbangpol Jember yang juga menjabat sebagai Ketua I Satgas Terpadu Kebijakan P4GN. Kehadirannya menegaskan komitmen Bakesbangpol dalam memperkuat langkah kolaboratif pencegahan narkoba melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Turut hadir dr. Rita Wahyuningsih dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember selaku Ketua II Bidang Rehabilitasi, Moh. Irfan Pratama, S.E., dari Dinas Sosial Kabupaten Jember sebagai Ketua III Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), serta M. Daniel Akbar, S.Sos., Ketua KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba) Jember. Kehadiran para narasumber ini menunjukkan bahwa persoalan narkoba bukan hanya isu penegakan hukum, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dalam pemaparannya, Mega Wulandari menegaskan bahwa fokus utama Bakesbangpol saat ini adalah mempercepat terbentuknya Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
“Fokus kami saat ini adalah mendorong percepatan pembentukan Desa Bersinar sebagai model pencegahan berbasis masyarakat yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemuda dan keluarga,” ujarnya.
Program tersebut dipandang sebagai model pencegahan berbasis masyarakat yang melibatkan pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta keluarga sebagai garda terdepan.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai benteng pertama dalam mendeteksi dini, mencegah peredaran gelap narkoba, serta menciptakan lingkungan sosial yang sehat.
“Desa adalah benteng pertama dalam upaya pencegahan. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur desa, peningkatan edukasi masyarakat, serta pendampingan berkelanjutan menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Selain Desa Bersinar, Bakesbangpol juga menaruh perhatian besar pada penguatan ketahanan keluarga. Keluarga dinilai sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Ketahanan keluarga menjadi kunci. Melalui komunikasi yang baik, pengawasan yang tepat, dan penanaman nilai sejak dini, keluarga dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak agar tidak terjerumus pada penyalahgunaan narkoba,” tambah Mega.
Dalam kesempatan tersebut, Bakesbangpol Kabupaten Jember juga menyampaikan harapan agar ke depan dapat terbentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota (BNNK) Jember sebagai penguatan kelembagaan dalam upaya P4GN di daerah.
“Kami berharap ke depan dapat terbentuk BNNK Jember agar koordinasi, penanganan, serta program rehabilitasi dan pencegahan dapat berjalan lebih optimal dan terstruktur,” pungkasnya.
Lebih jauh, tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah terciptanya imunitas sosial di tengah masyarakat, yakni kondisi ketika warga memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian bersama untuk menolak narkoba serta menjaga lingkungannya masing-masing.
Melalui siaran "Ngumpul" di RRI Pro 2 FM Jember, pesan penting kembali ditegaskan: perang melawan narkoba bukan tugas satu instansi semata, melainkan gerakan bersama demi masa depan Jember yang sehat, aman, dan berdaya saing. (but)