Nongkrong Bareng Anak Muda, Bupati Fawait Promosikan Home Care Jember
- 18 Agustus 2026
- Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
Nongkrong Bareng Anak Muda, Bupati Fawait Promosikan Home Care Jember
JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 – Usai mengikuti latihan bersama Lomba Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra) 2026, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. bersama jajaran camat, termasuk Camat Sumberjambe Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si., menyempatkan diri bersantai dan berbincang bersama anak-anak muda di Alun-Alun Jember, Senin 17 Agustus 2026 malam.
Suasana santai tersebut dimanfaatkan Bupati Fawait untuk berinteraksi langsung dengan generasi muda sekaligus menyampaikan berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satu yang diperkenalkan adalah layanan Home Care, inovasi pelayanan kesehatan yang resmi diluncurkan Pemkab Jember pada 24 Juli 2026 dan menjadi salah satu program prioritas di bidang kesehatan.
Di tengah suasana nongkrong yang berlangsung cair, Bupati Fawait tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menjelaskan manfaat Home Care kepada anak-anak muda yang berada di sekitar alun-alun. Program tersebut dirancang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, penderita penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, serta anak dengan kondisi stunting.
Melalui Home Care, tenaga kesehatan dapat mendatangi rumah warga untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan medis. Program tersebut juga didukung tenaga kesehatan dari 50 puskesmas dan tiga rumah sakit daerah milik Pemkab Jember. Dalam pelaksanaannya, layanan dapat mencakup konsultasi dengan dokter hingga pemanfaatan telemedicine.
Bupati Fawait menyampaikan kepada para anak muda bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang mudah dijangkau.
“Anak-anak muda harus tahu program pemerintah, karena kalian juga bagian dari masyarakat yang nantinya ikut menyampaikan informasi kepada keluarga dan lingkungan. Home Care ini kita hadirkan supaya warga yang membutuhkan tidak harus kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Pemerintah yang datang ke rumah warga,” ujar Bupati Fawait.
Program Home Care Jember mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut inovasi tersebut layak menjadi percontohan nasional. Kementerian Kesehatan menilai model layanan tersebut sebagai terobosan untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang luas dan memiliki kendala akses transportasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait juga mengajak anak-anak muda untuk tidak sekadar menjadi penonton pembangunan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai program pemerintah melalui media sosial maupun komunikasi sehari-hari.
Bagi Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono, momen berkumpul selepas latihan Tajemtra tersebut menjadi kesempatan yang menyenangkan untuk membangun kedekatan, baik dengan kepala daerah maupun sesama camat dan masyarakat.
“Suasananya santai dan menyenangkan. Setelah latihan, bisa ngobrol bersama Bapak Bupati, camat lain, dan anak-anak muda. Sekalian kami juga mendapat informasi langsung tentang program-program baru Pemkab Jember,” kata Djoni singkat.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah di ruang publik seperti alun-alun memberikan warna tersendiri. Interaksi yang berlangsung tanpa suasana formal membuat masyarakat, khususnya anak muda, lebih mudah menyampaikan pandangan sekaligus menerima informasi mengenai kebijakan pemerintah.
Kebersamaan Bupati Jember, jajaran camat dan anak muda di Alun-Alun Jember tersebut menjadi penutup kegiatan latihan Tajemtra yang berlangsung malam itu. Dari olahraga dan persiapan Tajemtra, kegiatan kemudian berlanjut menjadi ruang komunikasi informal yang mempertemukan pemerintah dengan masyarakat.
Bagi Pemkab Jember, pendekatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi publik sekaligus membuat berbagai program pemerintah lebih dikenal masyarakat. Terlebih, Home Care merupakan inovasi yang diarahkan untuk memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat, khususnya bagi masyarakat yang paling membutuhkan. (wd)