Oleh : Kecamatan Rambipuji
Normalisasi Sungai Dinuyo di Desa Gugut Dimulai, Kolaborasi DPU BM dan SDA Tangani Dampak Banjir di Rambipuji
- 10 Maret 2026
- Dibaca 266 Kali
Bagikan Via:
Normalisasi Sungai Dinuyo di Desa Gugut Dimulai, Kolaborasi DPU BM dan SDA Tangani Dampak Banjir di Rambipuji
PPID Kecamatan Rambipuji 10/03/2026 – Upaya penanganan dampak banjir di wilayah Kecamatan Rambipuji mulai dilakukan melalui kegiatan normalisasi Sungai Dinuyo yang berada di Desa Gugut. Kegiatan pengerukan sungai tersebut dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi aliran sungai agar kembali normal serta mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap mengancam wilayah sekitar.
Normalisasi sungai ini merupakan bentuk kolaborasi antara DPU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM dan SDA) Provinsi Jawa Timur bersama sejumlah dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melakukan pengerukan sedimentasi yang selama ini menyebabkan aliran Sungai Dinuyo mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Selama beberapa waktu terakhir, Sungai Dinuyo menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian serius karena meningkatnya sedimentasi yang mengakibatkan kapasitas tampung air berkurang. Kondisi tersebut diperparah saat musim hujan, di mana debit air meningkat cukup tinggi sehingga menyebabkan air meluap ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
Kepala Koordinator Daerah (KosDa) Rambipuji, Yasin, menjelaskan bahwa kegiatan normalisasi ini menjadi bagian penting dari upaya penanganan banjir yang dilakukan secara terpadu oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah.
Menurut Yasin, langkah pengerukan dan normalisasi sungai dilakukan untuk mengembalikan aliran Sungai Dinuyo seperti kondisi semula sehingga air dapat mengalir dengan lancar tanpa hambatan.
“Penanganan ini merupakan bentuk kolaborasi antara DPU Bina Marga dan SDA Provinsi Jawa Timur dengan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Jember. Tujuannya untuk mengembalikan aliran Sungai Dinuyo agar kembali normal sehingga dapat mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar,” ujar Yasin saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menambahkan bahwa sedimentasi yang terjadi selama bertahun-tahun menyebabkan pendangkalan di beberapa titik sungai. Hal ini mengakibatkan air tidak mampu tertampung secara optimal saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan adanya pengerukan ini, diharapkan kapasitas sungai dapat kembali meningkat sehingga mampu menampung debit air yang lebih besar saat musim penghujan.
Kegiatan normalisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengangkat endapan lumpur dan material yang menumpuk di dasar sungai. Proses pengerukan dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik yang dianggap paling rawan menyebabkan aliran air terhambat.
Selain pengerukan, petugas juga melakukan penataan alur sungai agar aliran air menjadi lebih lancar. Upaya ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta struktur aliran Sungai Dinuyo yang selama ini menjadi jalur utama pembuangan air dari sejumlah wilayah di Kecamatan Rambipuji.
Normalisasi Sungai Dinuyo tidak hanya bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga sebagai upaya menjaga kelestarian fungsi sungai sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan sumber daya air.
Sejumlah warga Desa Gugut menyambut baik kegiatan pengerukan tersebut. Mereka berharap langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan serta mengurangi kekhawatiran masyarakat setiap kali musim hujan tiba.
Selama ini, warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Dinuyo kerap merasa waswas ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Air sungai yang meluap sering kali menggenangi lahan pertanian maupun permukiman warga.
Dengan adanya kegiatan normalisasi ini, masyarakat berharap aliran sungai dapat kembali stabil sehingga risiko banjir dapat diminimalkan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai. Kebiasaan membuang sampah ke sungai menjadi salah satu faktor yang memperparah penyumbatan aliran air dan mempercepat terjadinya sedimentasi.
Pemerintah berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat terus meningkat sehingga upaya normalisasi yang dilakukan tidak sia-sia.
Dalam konteks penanganan banjir, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci penting dalam memastikan berbagai program penanggulangan dapat berjalan efektif.
Melalui kerja sama lintas instansi, berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan sungai dan sumber daya air dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Langkah normalisasi Sungai Dinuyo ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Dengan penanganan yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kondisi Sungai Dinuyo dapat kembali optimal dalam menampung dan mengalirkan air.
Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai guna memastikan bahwa aliran air tetap terjaga serta tidak kembali mengalami pendangkalan yang dapat memicu terjadinya banjir.
Kegiatan pengerukan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam merespons cepat berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air.
Dengan normalisasi Sungai Dinuyo, diharapkan masyarakat Desa Gugut dan wilayah sekitarnya dapat merasakan manfaat nyata dari upaya penanganan banjir yang dilakukan oleh pemerintah.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan pengelolaan sungai dan lingkungan di wilayah Kecamatan Rambipuji. (Sai)