logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Operasi Pasar Mangli Jadi Titik Temu Kebutuhan Warga dan Upaya Diskopumdag Jember Jaga Akses Pangan

  • 16 September 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
operasi-pasar-mangli-jadi-titik-temu-kebutuhan-warga-dan-upaya-diskopumdag-jember-jaga-akses-pangan-20260917

Operasi Pasar Mangli Jadi Titik Temu Kebutuhan Warga dan Upaya Diskopumdag Jember Jaga Akses Pangan

JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 - Ada pemandangan yang kembali berulang di Mangli, Jember, pada Rabu pagi. Ketika operasi pasar yang digelar, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember dengan kebutuhan pokok yang dibawa untuk masyarakat dan tak membutuhkan waktu lama untuk berpindah tangan. Beras dan minyak goreng yang disediakan dalam kegiatan tersebut kembali menjadi incaran warga.

Sebanyak 200 unit beras SPHP yang dibawa dalam kegiatan operasi pasar kali ini habis terjual. Tidak hanya beras, sebanyak 20 kardus minyak goreng yang disiapkan juga ludes. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran operasi pasar masih memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat, terutama ketika kebutuhan pangan menjadi bagian penting dari pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

Operasi pasar di Mangli sendiri bukan kegiatan yang hanya muncul sekali kemudian selesai. Kegiatan tersebut rutin dilakukan sebagai salah satu bentuk kehadiran pemerintah dan Bulog dalam menyediakan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Setiap pelaksanaan menjadi kesempatan bagi warga untuk memperoleh bahan pangan melalui mekanisme pasar yang telah disiapkan.

Namun, yang menarik dari operasi pasar bukan semata-mata jumlah beras dan minyak yang berhasil dijual. Di balik habisnya stok tersebut terdapat cerita mengenai bagaimana masyarakat mengatur belanja, menghitung kebutuhan dapur, dan memanfaatkan kesempatan ketika komoditas pokok tersedia.

Operasi pasar kerap dilihat dari angka. Berapa banyak beras yang dibawa, berapa liter minyak yang tersedia, dan berapa lama stok tersebut bertahan sebelum habis. Pada operasi pasar Mangli kali ini, angkanya cukup sederhana: 200 beras SPHP dan 20 kardus minyak goreng. Tetapi angka tersebut memiliki arti ketika ditempatkan dalam konteks kebutuhan masyarakat.

Dua ratus beras SPHP yang habis terjual menggambarkan bahwa komoditas tersebut memiliki permintaan yang nyata. Begitu pula dengan minyak goreng yang disediakan. Dua puluh kardus bukan jumlah yang sedikit dalam konteks distribusi di satu titik, tetapi pada saat yang sama juga memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok tetap tinggi. Stok yang habis terjual juga memperlihatkan bahwa operasi pasar bukan hanya kegiatan simbolis. Komoditas yang dibawa benar-benar dicari dan dibeli masyarakat.

Mantri Pasar Mangli, Wiyono, menyampaikan bahwa operasi pasar yang rutin diadakan ini konsisten menunjukkan produktifitasnya terhadap masyarakat Mangli. “Operasi pasar ini memang rutin dilaksanakan di Pasar Mangli. Kami melihat antusiasme masyarakat cukup baik setiap kali kegiatan digelar, terutama untuk komoditas beras SPHP dan minyak goreng,” ujarnya.

Bulog hadir membawa pasokan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan operasi pasar rutin. Dalam kegiatan semacam ini, keberadaan Bulog menjadi salah satu bagian penting dalam rantai distribusi pangan, khususnya komoditas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rumah tangga. (hna)

Galeri Foto