logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Operasi Pasar Sudah Dimulai Lebih Awal, Namun Antrean Warga di Pasar Mangli Tetap Mengular

  • 05 Agustus 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
operasi-pasar-sudah-dimulai-lebih-awal-namun-antrean-warga-di-pasar-mangli-tetap-mengular-20260806

Operasi Pasar Sudah Dimulai Lebih Awal, Namun Antrean Warga di Pasar Mangli Tetap Mengular

JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Suasana pagi di Pasar Mangli, Kecamatan Kaliwates, belum sepenuhnya ramai ketika puluhan warga mulai memenuhi area operasi pasar yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember, Rabu 05 Agustus 2026.

Sebagian besar datang lebih pagi, berharap menjadi orang pertama yang mendapatkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng dengan harga lebih terjangkau.

Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari pekan ke pekan, petugas memutuskan memulai kegiatan sekitar 30 menit lebih awal dari jadwal semula. Langkah tersebut dilakukan agar proses distribusi dapat berjalan lebih tertib sekaligus mengurangi kepadatan antrean yang sudah mengular sejak pagi.

Namun, keputusan memulai lebih awal ternyata belum mampu mengurangi tingginya animo masyarakat. Ketika petugas mulai membuka pelayanan, antrean justru semakin panjang. Warga yang terus berdatangan memenuhi area operasi pasar sambil menunggu giliran membeli kebutuhan pokok yang telah lama mereka incar.

Tidak membutuhkan waktu lama, stok beras SPHP dan minyak goreng yang dipasok oleh Perum Bulog melalui DiskopUKMDag Kabupaten Jember habis diserbu pembeli. Dalam waktu singkat, seluruh komoditas yang disediakan ludes terjual.

Pemandangan tersebut kembali menunjukkan bahwa operasi pasar masih menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat, terutama di tengah harga sejumlah kebutuhan pokok yang masih berfluktuasi. Bagi banyak keluarga, selisih harga beberapa ribu rupiah pada setiap kilogram beras maupun liter minyak goreng sangat berarti dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.

Mantri Pasar Tanjung, Wiyono, mengatakan tingginya minat masyarakat membuat pelaksanaan operasi pasar selalu dipenuhi pembeli. Bahkan, meski kegiatan telah dimulai lebih awal, stok yang disediakan tetap habis lebih cepat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

"Memang hari ini kegiatan dimulai lebih awal sekitar tiga puluh menit dari jadwal. Harapannya antrean bisa lebih terurai. Tetapi karena masyarakat yang datang juga jauh lebih banyak, pasokan beras SPHP dan minyak goreng justru habis lebih cepat," ujarnya

Fenomena tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok bersubsidi masih sangat tinggi. Program operasi pasar dinilai menjadi solusi yang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Antusiasme masyarakat terhadap operasi pasar sebenarnya bukan hal baru.

Sejumlah pelaksanaan operasi pasar sebelumnya di Pasar Mangli juga menunjukkan pola yang sama, yakni antrean panjang sejak pagi dan stok beras SPHP serta minyak goreng yang habis dalam hitungan menit. Kondisi itu menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan bersubsidi masih sangat tinggi. (hna)

Galeri Foto