Optimalisasi Administrasi Pertanahan, Kelurahan Baratan Laksanakan Pemetaan Aset Berbasis Lingkungan di Lingkungan Cupu
- 06 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Optimalisasi Administrasi Pertanahan, Kelurahan Baratan Laksanakan Pemetaan Aset Berbasis Lingkungan di Lingkungan Cupu
Pemerintah Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat. Pada Senin pagi tanggal 6 Juli 2026, Kelurahan Baratan bersinergi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jember melaksanakan agenda strategis berupa pengukuran dan pemetaan tanah massal yang dipusatkan di Lingkungan Cupu.
Kegiatan ini merupakan langkah progresif pemerintah setempat untuk mempercepat digitalisasi data pertanahan. Berbeda dengan program pendaftaran tanah biasanya yang bersifat parsial, pemetaan kali ini dilakukan secara komprehensif. Artinya, seluruh bidang tanah yang ada di wilayah Lingkungan Cupu diukur dan didata, tanpa terkecuali, baik yang sudah terdaftar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) maupun yang belum.
Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi sekaligus persiapan matang agar di masa depan, warga tidak lagi menemui hambatan dalam pengurusan sertifikat tanah. Dengan adanya data pemetaan yang akurat, masyarakat akan mendapatkan kemudahan administratif karena profil tanah telah terdokumentasi dengan baik dalam sistem pemetaan wilayah Kelurahan Baratan.
Dalam pelaksanaannya, tim teknis dari BPN Jember bersama aparatur Kelurahan Baratan menetapkan titik nol pengukuran di kawasan Pendopo Kelurahan Baratan. Penentuan titik koordinat ini menjadi acuan utama (benchmark) untuk memastikan akurasi data spasial bidang tanah di seluruh penjuru Lingkungan Cupu.
Sekretaris Kelurahan Baratan, Denny Wijiyati, S.AP., dalam keterangannya di sela-sela kegiatan, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga dan dukungan penuh BPN. Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan pelayanan publik yang lebih efisien dan transparan bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga Kelurahan Baratan, khususnya di Lingkungan Cupu, mendapatkan kemudahan dalam pemenuhan hak atas tanah mereka. Dengan melakukan pemetaan menyeluruh mulai hari ini, kita sedang membangun basis data yang kuat. Jadi, ketika masyarakat ingin mengurus sertifikat melalui program PTSL di masa mendatang, prosesnya akan jauh lebih singkat dan mudah karena data dasar tanahnya sudah tervalidasi dengan akurat,” ungkap Denny Wijiyati.
Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Lingkungan Baratan yang juga merupakan aparatur Kelurahan Baratan, Nanang Dwi Lestari. Menurut Nanang, keterlibatan aktif warga dalam pendampingan petugas ukur di lapangan adalah kunci keberhasilan pemetaan ini. Ia berharap program ini menjadi solusi atas berbagai kendala pertanahan yang selama ini mungkin dialami masyarakat.
“Agenda ini bukan sekadar pengukuran biasa, melainkan upaya kita untuk meminimalisir sengketa dan keraguan status lahan di kemudian hari. Saya sangat berterima kasih kepada warga Lingkungan Cupu yang telah kooperatif menyambut tim BPN. Harapan kami, melalui pemetaan sistematis ini, semua tanah di wilayah kita memiliki status hukum yang jelas. Ini adalah investasi administrasi yang penting bagi kesejahteraan masyarakat Baratan ke depannya,” ujar Nanang Dwi Lestari.
Pelaksanaan kegiatan yang berjalan sejak pagi hari ini disambut dengan baik oleh warga sekitar. Kehadiran petugas BPN dengan peralatan GPS Geodetik modern di lokasi memberikan rasa aman bagi warga karena pengukuran dilakukan dengan presisi tinggi.
Pemerintah Kelurahan Baratan berharap bahwa sinergi antara BPN Jember dan aparatur kelurahan dapat terus terjalin dengan baik. Melalui pemetaan aset yang sistematis ini, diharapkan target percepatan sertifikasi tanah di wilayah Kecamatan Patrang, khususnya Kelurahan Baratan, dapat tercapai sesuai dengan harapan pemerintah pusat, demi terciptanya tertib administrasi pertanahan yang akuntabel.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat, di mana administrasi pertanahan merupakan salah satu aspek krusial dalam menopang stabilitas sosial dan ekonomi warga di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Kedepannya, model pemetaan terpadu ini direncanakan akan diterapkan ke lingkungan-lingkungan lain di Kelurahan Baratan. (fzr)