Pameran Karya Warnai Temu Pendidik Nusantara XIII Jember, Kreativitas Siswa Panen Apresiasi dari Ning Gytha
- 19 Juli 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Pameran Karya Warnai Temu Pendidik Nusantara XIII Jember, Kreativitas Siswa Panen Apresiasi dari Ning Gytha
JEMBER, 19 JULI 2026 – Kesuksesan penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Jember yang digelar oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Jember pada Minggu, 19 Juli 2026, di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tidak hanya terlihat dari antusiasme para guru dan kepala sekolah dalam berbagi praktik baik. Di luar ruang utama kegiatan, deretan stan pameran karya dari berbagai sekolah turut menjadi magnet perhatian para peserta.
Berbagai inovasi hasil karya siswa dipamerkan sebagai bukti bahwa pembelajaran di sekolah tidak berhenti pada teori, tetapi telah melahirkan kreativitas, keterampilan, dan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Sejumlah sekolah yang ikut memamerkan hasil karya di antaranya SMK Trunojoyo, MTs Al Qodiri, MA Al Qodiri, SMK Nurul Chotib, SMK dr. Soebandi, serta SMK Negeri 6 Jember yang menampilkan beragam karya batik unggulan.
Stan demi stan dipenuhi peserta yang ingin melihat langsung proses maupun hasil karya para siswa. Mulai dari produk olahan, kerajinan tangan, karya kreatif berbasis teknologi, hingga batik khas Jember menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ning Gytha Eka Puspa, mengunjungi setiap stan pameran. Ia menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa dan guru pendamping mengenai proses pembuatan produk yang dipamerkan.
Dengan penuh antusias, Ning Gytha memberikan apresiasi atas kreativitas para pelajar yang mampu menghasilkan karya berkualitas.
"Saya sangat bangga melihat semangat para siswa dalam berkarya. Produk-produk yang dipamerkan menunjukkan bahwa sekolah telah berhasil memberikan ruang bagi peserta didik untuk berinovasi. Semoga karya-karya ini terus berkembang dan mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Jember," ujar Ning Gytha.
Menurutnya, pameran seperti ini menjadi media yang efektif untuk mengenalkan potensi sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar terus berkarya.
"Ketika hasil karya anak-anak dipamerkan dan mendapat apresiasi, rasa percaya diri mereka akan tumbuh. Inilah proses pendidikan yang sesungguhnya, bukan hanya belajar di kelas tetapi juga menghasilkan karya yang bermanfaat," tambahnya.
Salah satu stan yang ramai dikunjungi adalah milik SMK Nurul Chotib yang beralamat di Jalan Guntar Nomor 16, Wringin Agung, Jombang, Kabupaten Jember. Sekolah tersebut menghadirkan berbagai produk hasil pembelajaran kewirausahaan, salah satunya sabun cuci piring yang diproduksi langsung oleh para siswa.
Kepala SMK Nurul Chotib, Farij, mengaku bangga karena hasil karya siswanya mendapat perhatian langsung dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh warga sekolah.
"Kami sangat bersyukur karena Ibu Ning Gytha berkenan mengunjungi stan kami. Bagi kami ini merupakan promosi gratis kepada masyarakat luas. Ketika tokoh daerah memberikan perhatian terhadap karya siswa, tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi agar anak-anak semakin semangat berkarya dan berinovasi," ujar Farij.
Ia berharap produk-produk yang dihasilkan siswa tidak hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga mampu bersaing di masyarakat dan memiliki nilai jual.
Produk sabun cuci piring yang dipamerkan merupakan salah satu hasil praktik pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan keterampilan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan peserta didik. Melalui proses tersebut, siswa belajar mulai dari perencanaan, produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran.
Tak kalah menarik, SMK Negeri 6 Jember menghadirkan pameran batik karya siswa yang berhasil meraih berbagai prestasi. Motif-motif batik khas dengan sentuhan budaya lokal dipamerkan secara elegan dan berhasil menarik perhatian para pengunjung yang datang.
Sementara itu, SMK Trunojoyo menampilkan karya lampion kreatif yang memadukan nilai seni dan inovasi. Adapun MTs Al Qodiri, MA Al Qodiri, serta SMK dr. Soebandi juga menghadirkan berbagai karya unggulan sesuai dengan karakter pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pameran tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan saat ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan hidup, dan jiwa wirausaha peserta didik.
Para guru yang hadir dalam Temu Pendidik Nusantara memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertukar inspirasi mengenai pengelolaan pembelajaran berbasis proyek. Banyak di antara mereka yang tertarik mengadopsi konsep serupa untuk diterapkan di sekolah masing-masing. (hz)