Pelatihan Ecoprint Jadi Bekal Kemandirian ATS di Kecamatan Sumberbaru
- 17 Juni 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Pelatihan Ecoprint Jadi Bekal Kemandirian ATS di Kecamatan Sumberbaru
Sumberbaru, 17 Juni 2026 – Upaya penuntasan dan pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melalui berbagai program keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomi. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan di Kecamatan Sumberbaru pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta ATS dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Sumberbaru.
Pelatihan yang bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember tersebut bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada peserta agar memiliki bekal untuk meningkatkan kualitas hidup serta membuka peluang usaha mandiri. Ecoprint dipilih sebagai materi pelatihan karena merupakan teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar serta memiliki nilai jual yang cukup tinggi.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Sejak pagi, para peserta telah hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian acara mulai dari pembukaan, penyampaian materi, hingga praktik langsung pembuatan produk ecoprint. Para peserta tampak bersemangat mempelajari teknik menata daun, proses pemukulan atau pencetakan motif, hingga tahap akhir menghasilkan karya yang unik dan bernilai estetika tinggi.
Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Ghozali, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program pemberdayaan ATS tidak hanya berfokus pada pengembalian anak ke dunia pendidikan, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal kehidupan mereka di masa depan.
Menurutnya, keterampilan merupakan salah satu modal penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang terus berkembang. Karena itu, pelatihan seperti ecoprint menjadi salah satu alternatif yang sangat relevan untuk diberikan kepada peserta ATS.
"Pelatihan ecoprint ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ATS agar mereka memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar baru, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilan ini untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga," ujar Muhammad Ghozali.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terus berupaya menghadirkan program-program yang mampu menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Melalui pendekatan keterampilan dan pemberdayaan, diharapkan peserta dapat kembali memiliki motivasi belajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Pelatihan ecoprint sendiri dinilai memiliki banyak keunggulan. Selain menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan, proses pembuatannya relatif mudah dipelajari dan tidak membutuhkan peralatan yang terlalu mahal. Produk yang dihasilkan juga memiliki nilai seni tinggi sehingga berpotensi dipasarkan sebagai produk kerajinan kreatif khas daerah.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep dasar ecoprint, pemilihan bahan, teknik pencetakan motif, hingga cara merawat hasil karya agar kualitas warna dan motif tetap terjaga. Para instruktur juga memberikan contoh-contoh produk yang telah berhasil dipasarkan sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan.
Suasana pelatihan semakin menarik ketika peserta mulai mempraktikkan secara langsung teknik ecoprint. Berbagai jenis daun dengan bentuk dan karakter berbeda digunakan untuk menghasilkan motif yang unik. Hasil karya peserta menunjukkan kreativitas yang beragam, mulai dari pola sederhana hingga motif yang cukup kompleks.
Banyak peserta mengaku baru pertama kali mengenal teknik ecoprint. Namun dengan pendampingan yang intensif dari narasumber dan fasilitator, mereka mampu menghasilkan karya yang cukup baik. Kegiatan praktik ini menjadi bagian yang paling diminati karena memberikan pengalaman langsung dalam menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Selain aspek keterampilan, pelatihan juga menanamkan pentingnya kreativitas, inovasi, dan semangat berwirausaha. Para peserta didorong untuk melihat potensi lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi dan bahan baku yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Program pemberdayaan ATS melalui pelatihan keterampilan merupakan salah satu strategi yang terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Tim Penggerak PKK, pemerintah kecamatan, dan berbagai pihak terkait, diharapkan semakin banyak anak dan remaja yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri.
Pelatihan ecoprint di Kecamatan Sumberbaru menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pembelajaran keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk belajar, berkarya, dan menemukan potensi yang dimiliki.
Di akhir kegiatan, para peserta membawa pulang hasil karya masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar yang telah diikuti. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa dengan kemauan belajar dan pendampingan yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan menghasilkan karya yang membanggakan.
Muhammad Ghozali berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Jember agar semakin banyak ATS yang memperoleh manfaat. Menurutnya, investasi terbaik dalam pembangunan daerah adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk belajar dan meningkatkan keterampilannya.
"Kami ingin ATS di Kabupaten Jember memiliki masa depan yang lebih baik. Melalui pelatihan seperti ini, kami berupaya membekali mereka dengan kemampuan yang nyata dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi awal lahirnya berbagai usaha kreatif dan produktif dari Kecamatan Sumberbaru," pungkasnya.
Dengan terselenggaranya Pelatihan Ecoprint bagi 50 peserta ATS di Kecamatan Sumberbaru, diharapkan lahir generasi muda yang lebih kreatif, mandiri, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Program ini sekaligus menjadi langkah nyata Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan keterampilan yang berkelanjutan. (HZ)