“Safari Ramadhan di Kalisat, Gus Fawait Bahas Stunting dan Berobat Gratis"
- 09 Maret 2026
- Dibaca 254 Kali
Bagikan Via:
“Safari Ramadhan di Kalisat, Gus Fawait Bahas Stunting dan Berobat Gratis"
JEMBER, 9 Maret 2026 – Pendopo Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Senin (9/3/2026), tampak berbeda dari biasanya. Sejak siang, ratusan kader posyandu yang didominasi emak-emak sudah memadati halaman pendopo desa. Mereka kompak mengenakan seragam bernuansa pink, menunggu kedatangan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, yang memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi titik awal safari Ramadan pemerintah daerah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh kepala desa se-Kecamatan Kalisat, unsur Muspika, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tiga direktur rumah sakit daerah milik Pemerintah Kabupaten Jember.Kedatangan Gus Fawait langsung disambut hangat para kader posyandu yang berada di bawah binaan Puskesmas Kalisat. Suasana semakin meriah ketika bupati termuda di Kabupaten Jember itu memulai sambutannya dengan gaya santai dan penuh guyonan.Alih-alih langsung berpidato formal, Gus Fawait terlebih dahulu “mengabsen” para tamu undangan satu per satu dengan nada bercanda. Spontan, para kader posyandu yang mayoritas emak-emak itu bersorak dan tertawa, membuat suasana pendopo menjadi cair dan akrab.Namun di balik suasana santai tersebut, Gus Fawait membuka pertemuan dengan pesan spiritual mengenai makna bulan suci Ramadan.
Ia mengutip ayat Al-Qur’an tentang kemuliaan bulan Ramadan yang selalu dinantikan umat Islam.
“Bulan Ramadan itu bulan yang baik. Yang tidak baik itu kalau ada orang yang tidak menjalankan puasanya,” ujar Gus Fawait disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Latar belakangnya sebagai santri membuat Gus Fawait cukup fasih menjelaskan makna Ramadan. Ia menekankan bahwa bulan suci ini bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga kesempatan memperkuat kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Setelah menyampaikan pesan keagamaan, pembicaraan kemudian diarahkan pada isu kesehatan masyarakat. Di hadapan ratusan kader posyandu, Gus Fawait menyoroti persoalan stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB) yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kabupaten Jember.“Saya mohon bantuan ibu-ibu semua untuk bersama-sama menangani stunting, AKI, dan AKB. Kenapa ini penting? Karena Jember masih termasuk yang tertinggi di Jawa Timur,” ungkapnya.
Menurutnya, kader posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui kebijakan berobat gratis di rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Sekarang masyarakat Jember yang sakit cukup menunjukkan KTP Jember. Mereka bisa berobat secara gratis di rumah sakit daerah,” tegasnya.
Untuk memperkuat pernyataan tersebut, Gus Fawait bahkan mempersilakan Direktur Rumah Sakit Daerah Kalisat, dr. Nurullah, memberikan testimoni langsung di hadapan masyarakat yang hadir.Selain layanan kesehatan, pemerintah daerah juga membuka kanal pengaduan publik bernama Wadul Gus'e. Kanal ini disiapkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai persoalan pelayanan publik.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Regar Jean Dealen Nangka, menjelaskan bahwa masyarakat dapat menyampaikan aduan melalui WhatsApp di nomor 081130310088 maupun melalui akun media sosial Instagram dan TikTok Wadul Gus’e.
“Ini khusus untuk pengaduan pelayanan publik, bukan untuk kepentingan lain,” jelasnya.
Sementara itu, pelayanan administrasi kependudukan juga mengalami pembaruan melalui program Peta Cinta, yang memungkinkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
Camat Kalisat, Nuryadi, yang baru beberapa minggu menjabat, menjelaskan bahwa masyarakat kini tidak perlu lagi datang ke kantor Dispendukcapil di kota.
“Sekarang mengurus KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, maupun akta kematian cukup datang ke kantor kecamatan,” katanya.
Di sela kegiatan, Gus Fawait juga memaparkan rencana pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember. Ia menyebut perbaikan jalan kabupaten tengah dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
Selain itu, sejumlah proyek besar juga direncanakan berjalan tahun ini, termasuk pembangunan Flyover Mangli serta renovasi Pasar Tanjung.