Pelatihan Kultivator untuk Olah Lahan dalam Bimtek Tanaman Sayur dan Tanaman Obat di Arjasa
- 18 September 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Pelatihan Kultivator untuk Olah Lahan dalam Bimtek Tanaman Sayur dan Tanaman Obat di Arjasa
JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 — Memiliki kultivator belum cukup jika petani belum memahami cara menggunakannya sesuai kondisi lahan. Hal itu menjadi salah satu materi yang ditekankan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Tanaman Sayur dan Tanaman Obat di Kabupaten Jember.
Kegiatan yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur tersebut melibatkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember. Salah satu materi diarahkan pada pengenalan dan pengoperasian kultivator Quick KK Baja sebagai alat pengolahan lahan.
Perwakilan CV Karya Sentosa, Ahmad Mustakim, menjelaskan kultivator tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengolahan tanah. Peserta dikenalkan dengan pengaturan kedalaman, kecepatan, hingga pemilihan jenis mata pisau berdasarkan karakter lahan dan kebutuhan tanaman.
Penggunaan alat juga tidak bisa dilepaskan dari aspek perawatan. Peserta mendapat penjelasan mengenai komponen, fungsi, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar kultivator tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Monggo apapun itu yang jadi kendala dalam pengoperasian kultivator bisa ditanyakan,” ujar Ahmad.
Selain kultivator, Bimtek juga mengenalkan sejumlah materi pendukung budidaya, seperti soil block, PGPR, serta benih tomat, cabai besar, dan cabai kecil. Peserta juga mendapat pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik.
Rangkaian pembelajaran tersebut dirancang tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Bimtek dijadwalkan berlangsung tiga kali, dengan pertemuan lanjutan pada 23 dan 30 September 2026. Peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian hingga evaluasi pada pertemuan terakhir.
Bagi DTPHP Jember, pengenalan alat dan teknik budidaya menjadi bagian dari upaya agar sarana yang diterima kelompok tani benar-benar dapat digunakan dan memberi manfaat bersama.
“Jadi jangan cuma dipakai saja tapi dijaga, dipelihara, supaya awet dan bisa bermanfaat untuk semua anggota kelompok,” kata Agung Satrio Setiawan, Kepala Bidang Hortikultura DTPHP Jember.
Dengan begitu, Bimtek tidak hanya memperkenalkan alat kepada petani, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan untuk mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan di lahan. (fan)