logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Pembekalan PMT Berbasis Pangan Lokal, Puskesmas Banjarsengon Perkuat Upaya Penanggulangan Gizi

  • 30 April 2026
  • Dibaca 199 Kali
Bagikan Via:
pembekalan-pmt-berbasis-pangan-lokal-puskesmas-banjarsengon-perkuat-upaya-penanggulangan-gizi-20260430

Pembekalan PMT Berbasis Pangan Lokal, Puskesmas Banjarsengon Perkuat Upaya Penanggulangan Gizi

JEMBER, 30 APRIL 2026 - UPTD Puskesmas Banjarsengon di Kecamatan Patrang, terus memperkuat upaya penanggulangan masalah gizi melalui kegiatan pembekalan Tim Pelaksana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Kegiatan ini menyasar peningkatan kapasitas kader kesehatan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan tenaga kesehatan dalam menangani ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) serta balita yang mengalami masalah gizi.

Pembekalan yang dilaksanakan di aula puskesmas tersebut berlangsung interaktif, dengan pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait kebijakan pelaksanaan PMT, mekanisme penentuan sasaran, hingga strategi pendampingan di lapangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan dalam menyusun menu makanan tambahan berbasis pangan lokal yang memenuhi prinsip gizi seimbang.

Pemanfaatan pangan lokal menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Selain mudah diperoleh dan terjangkau, bahan pangan lokal dinilai memiliki kandungan gizi yang baik serta lebih sesuai dengan kebiasaan konsumsi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwiningsih, M.Kes, menegaskan bahwa keberhasilan program PMT sangat bergantung pada sinergi antara tenaga kesehatan dan kader. Menurutnya, kader memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mendampingi masyarakat secara langsung.

“Melalui pembekalan ini, kami berharap seluruh tim pelaksana memiliki pemahaman yang sama dan mampu mengimplementasikan program PMT berbasis pangan lokal secara tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis 30 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa penanggulangan masalah gizi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat. Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan upaya perbaikan gizi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan hasil yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, para kader dan tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam praktik sehari-hari di masyarakat. UPTD Puskesmas Banjarsengon optimistis bahwa implementasi PMT berbasis pangan lokal dapat menurunkan angka masalah gizi, khususnya pada ibu hamil dan balita, serta mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa mendatang. (sgk)

Galeri Foto