logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Arjasa

Pemdes Darsono Gelar Rembug Stunting 2026, Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanganan

  • 03 November 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
pemdes-darsono-gelar-rembug-stunting-2026-perkuat-upaya-pencegahan-dan-penanganan-20261104

Pemdes Darsono Gelar Rembug Stunting 2026, Perkuat Upaya Pencegahan dan Penanganan

JEMBER, 03 NOVEMBER 2026 – Pemerintah Desa Darsono menggelar kegiatan Rembug Stunting Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya memperkuat komitmen bersama dalam mencegah dan menekan angka stunting di tingkat desa. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi sekaligus diskusi untuk membahas berbagai persoalan kesehatan ibu dan anak, khususnya pemenuhan gizi serta peningkatan kualitas pelayanan posyandu.

Rembug stunting tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Darsono, perangkat desa, kader posyandu, serta bidan desa. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan stunting dan merumuskan langkah-langkah penanganan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Dalam pembahasan, berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi balita, kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Kepala Desa Darsono, Holik, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah desa maupun tenaga kesehatan.

“Rembug stunting ini sangat penting untuk menyatukan langkah dan menyamakan persepsi dalam menangani persoalan stunting di Desa Darsono. Kami ingin seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kader, bidan, hingga masyarakat, bisa bersama-sama memberikan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, terutama dalam pemenuhan gizi dan tumbuh kembang balita,” ujar Holik.

Selain membahas upaya pencegahan stunting, kegiatan tersebut juga menyoroti dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk posyandu. Pembahasan ini diarahkan pada bagaimana pemenuhan makanan bergizi dapat mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita dan kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi.

Menurut Holik, keberadaan posyandu memiliki peran strategis dalam mendeteksi sejak dini berbagai persoalan kesehatan anak. Karena itu, penguatan pelayanan posyandu menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting.

“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di desa. Kami berharap melalui pembahasan MBG untuk posyandu ini, kebutuhan gizi masyarakat, terutama balita, bisa semakin diperhatikan. Yang terpenting, program yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di Desa Darsono,” tambahnya.

Sementara itu, kader posyandu dan bidan desa turut menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi di lapangan, termasuk pentingnya pendampingan kepada orang tua, pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, serta edukasi mengenai makanan bergizi dan pola asuh yang tepat.

Melalui rembuk stunting ini, Pemerintah Desa Darsono berharap koordinasi antara pemerintah desa, kader posyandu, dan tenaga kesehatan semakin kuat. Hasil pembahasan diharapkan menjadi dasar dalam menentukan langkah serta program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, Desa Darsono terus berupaya memperkuat pencegahan stunting demi mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas. (aza)

Galeri Foto