Sebelum Koper Berangkat, Kesehatan Jamaah Lebih Dulu Diperiksa
- 08 Oktober 2026
- Dibaca 48 Kali
Bagikan Via:
Sebelum Koper Berangkat, Kesehatan Jamaah Lebih Dulu Diperiksa
LOJEJER, JEMBER – Persiapan menuju Tanah Suci tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi dan ibadah, tetapi juga kondisi kesehatan. Sebanyak 42 calon jamaah haji (CJH) dari Desa Lojejer, Ampel, dan Tamansari menjalani pemeriksaan kesehatan tahap I di Aula Puskesmas Lojejer, Kamis (8/10/2026).
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi kesehatan jamaah tetap terjaga dan memenuhi kriteria istitoah kesehatan haji. Melalui pemeriksaan tahap pertama ini, petugas juga dapat mengetahui apakah terdapat jamaah yang membutuhkan penanganan atau konsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan lanjutan, jamaah akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan oleh dokter spesialis melalui mekanisme rujukan. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan jamaah dapat dipantau dan ditangani sejak sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter Puskesmas Lojejer dengan dibantu tenaga kesehatan lainnya, termasuk Penanggung Jawab (PJ) Haji dan PJ Jiwa. Keterlibatan PJ Jiwa menjadi bagian penting karena pemeriksaan tidak hanya memperhatikan kondisi fisik, tetapi juga aspek mental dan kejiwaan calon jamaah. Salah satu pemeriksaan tambahan yang dilakukan berkaitan dengan deteksi dini gangguan kognitif seperti demensia atau pikun. Hal ini menjadi perhatian karena pelaksanaan ibadah haji melibatkan jutaan umat dari berbagai negara yang berkumpul dalam satu tempat, sehingga jamaah membutuhkan kondisi kesehatan dan kemampuan kognitif yang memadai untuk menjalankan rangkaian ibadah dengan aman.
Selain pemeriksaan kesehatan secara umum, petugas juga memperhatikan berbagai kondisi penyakit yang dapat memengaruhi kemampuan kesehatan jamaah dalam menjalankan ibadah haji. Beberapa kondisi berat yang menjadi perhatian dalam penilaian istitoah antara lain gagal ginjal, sirosis hati, tuberkulosis (TB), dan penyakit lain yang memerlukan penanganan khusus.
Pemeriksaan tahap I ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi masing-masing jamaah secara lebih menyeluruh. Jamaah yang membutuhkan tindak lanjut dapat segera mendapatkan penanganan sehingga status kesehatannya dapat terus dipantau menjelang keberangkatan. Bagi Puskesmas Lojejer, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji bukan sekadar pemeriksaan rutin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan jamaah agar dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan kondisi kesehatan yang sebaik mungkin.Dengan pemeriksaan sejak dini, setiap kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal, ditindaklanjuti sesuai kebutuhan, dan menjadi bagian dari persiapan menuju haji yang aman, sehat, serta memenuhi kriteria istitoah kesehatan.