PEMERINTAH KECAMATAN AJUNG BERPARTISIPASI DALAM FESTIVAL BUDAYA & RELIGI “ANCAK AGUNG” KABUPATEN JEMBER 2025
- 24 September 2025
- Dibaca 689 Kali
Bagikan Via:
PEMERINTAH KECAMATAN AJUNG BERPARTISIPASI DALAM FESTIVAL BUDAYA & RELIGI “ANCAK AGUNG” KABUPATEN JEMBER 2025
Jember, 24 September 2025 – Suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan tampak mewarnai Festival Budaya & Religi “Ancak Agung” Kabupaten Jember 2025 yang diselenggarakan pada Rabu, 24 September 2025. Festival tahunan yang menjadi salah satu ikon kebudayaan Jember ini menghadirkan ribuan masyarakat dari berbagai lapisan, tokoh agama, hingga jajaran pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
Dalam kesempatan yang penuh makna ini, Pemerintah Kecamatan Ajung turut berpartisipasi aktif dengan menghadirkan rombongan lengkap yang terdiri atas camat, perangkat kecamatan, kepala desa se-Kecamatan Ajung, serta perwakilan tokoh masyarakat. Kehadiran rombongan Ajung menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat kebersamaan, serta menegaskan dukungan terhadap program pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.
Rangkaian utama festival dimulai dengan kirab budaya ancak agung. Acara kirab tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, dengan start dari halaman KFC Jember dan berakhir di Alun-Alun Jember Nusantara. Ribuan warga tampak tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilalui kirab, menyambut arak-arakan ancak dengan penuh antusiasme.
Arak-arakan ini menampilkan ancak-ancak raksasa yang disusun dari berbagai hasil bumi khas Jember. Mulai dari padi, jagung, umbi-umbian, cabai, sayuran, buah-buahan, hingga hasil perkebunan seperti kopi dan kakao turut menghiasi ancak-ancak tersebut. Semuanya dirangkai dengan megah, membentuk gunungan hasil bumi yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna tentang kesuburan tanah Jember dan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT.
Pemerintah Kecamatan Ajung sendiri membawa ancak yang dirancang penuh kreativitas dengan memadukan aneka hasil bumi dari tujuh desa di wilayahnya. Hiasan ancak Ajung terlihat menarik dengan dominasi warna hijau dari sayuran segar dan kilau keemasan dari padi yang disusun rapi. Tidak sedikit pengunjung yang berhenti untuk mengabadikan momen ketika ancak dari Ajung lewat dalam arak-arakan.
Kirab budaya tidak hanya diikuti oleh masyarakat, melainkan juga seluruh jajaran pemerintahan. Mulai dari pejabat kabupaten, camat, kepala desa, hingga perangkat desa ikut berjalan bersama dalam barisan kirab. Hal ini menegaskan bahwa tradisi budaya seperti Ancak Agung bukan hanya milik masyarakat desa, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Rombongan dari Kecamatan Ajung dipimpin langsung oleh Camat Ajung, yang berjalan bersama para kepala desa di wilayah Ajung. Mereka tampak antusias mengikuti jalannya kirab dari awal hingga akhir, menunjukkan komitmen nyata untuk terus mendukung kegiatan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Jember.
Menurut Camat Ajung, keikutsertaan Kecamatan Ajung dalam festival ini adalah bentuk nyata dukungan terhadap visi Jember Baru – Jember Maju yang digelorakan Bupati Jember. “Kami merasa bangga bisa hadir dalam acara sebesar ini. Kirab budaya bukan hanya hiburan, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan antarwarga dan memperlihatkan bahwa potensi hasil bumi Jember sangat melimpah. Kecamatan Ajung siap mendukung program pelestarian budaya seperti ini setiap tahunnya,” tegasnya.
Selain jajaran pemerintahan, festival ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang akrab disapa Gus Fawait. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya festival ini sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.
Turut hadir pula tokoh agama kharismatik, KHR. Moch. Kholil As’ad, yang memberikan tausiah singkat mengenai pentingnya menjaga tradisi yang baik dan tidak melupakan akar budaya leluhur. Kehadiran beliau semakin menambah nuansa religius dalam festival yang sejak awal memang menggabungkan nilai budaya dan religi.
Bupati Jember menyampaikan bahwa acara seperti ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan media untuk mengangkat marwah Kabupaten Jember agar semakin dikenal luas, baik di tingkat regional maupun nasional. “Ancak Agung ini menjadi bukti bahwa Jember adalah daerah yang kaya tradisi, memiliki masyarakat yang solid, dan berkomitmen menjaga nilai-nilai luhur budaya sekaligus religiusitasnya,” ungkapnya.
Tradisi ancak dalam masyarakat Jember bukan hanya sekadar arak-arakan hasil bumi. Lebih dari itu, ancak adalah simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Dalam konteks sekarang, ancak juga menjadi media untuk menggerakkan potensi lokal, memperkuat pariwisata budaya, dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat.
Bagi Kecamatan Ajung, keikutsertaan dalam festival ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas. Hasil bumi dari Ajung yang dibawa dalam ancak tidak hanya memperlihatkan kesuburan wilayah, tetapi juga potensi ekonomi yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Selama kirab berlangsung, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tampak memenuhi sepanjang jalan untuk menyaksikan arak-arakan. Banyak warga yang mengabadikan momen dengan kamera ponsel, bahkan beberapa di antaranya secara langsung ikut serta dalam barisan untuk merasakan semangat kebersamaan.
Keikutsertaan Kecamatan Ajung mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Tidak hanya karena keindahan ancak yang dibawa, tetapi juga karena kompaknya rombongan Ajung yang berjalan bersama-sama menunjukkan kekompakan pemerintahan dan masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Ajung berharap agar festival budaya dan religi seperti ini terus dipertahankan bahkan diperbesar skalanya. Selain menjaga tradisi, acara ini juga dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung dari luar daerah, sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat Jember.
Partisipasi Pemerintah Kecamatan Ajung dalam Festival Budaya & Religi “Ancak Agung” Kabupaten Jember 2025 membuktikan bahwa pelestarian tradisi adalah bagian penting dari pembangunan daerah. Melalui kirab budaya yang dimulai dari halaman KFC hingga Alun-Alun Jember, dengan waktu penyelenggaraan pukul 08.00–12.00 WIB, masyarakat diajak untuk bersama-sama merayakan keberagaman budaya, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan rasa syukur.
Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan desa, Ancak Agung diharapkan menjadi tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi. Pemerintah Kecamatan Ajung sendiri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam setiap kegiatan yang mengangkat budaya lokal, sekaligus mendukung program Jember Baru – Jember Maju.