Pendamping PKH Edukasi Pemanfaatan Bansos Tepat Sasaran di Desa Jambearum
- 07 Agustus 2026
- Dibaca 284 Kali
Bagikan Via:
Pendamping PKH Edukasi Pemanfaatan Bansos Tepat Sasaran di Desa Jambearum
JEMBER, 07 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kecamatan Sumberjambe terus mendorong peningkatan kualitas pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Kegiatan yang dilaksanakan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Sumber Kokap Timur, Desa Jambearum, pada Kamis 06 Agustus 2026 tersebut, menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan bantuan sosial secara tepat sekaligus menumbuhkan semangat kemandirian bagi para penerima manfaat.
Dalam kegiatan tersebut, Pendamping PKH memberikan materi mengenai pentingnya memanfaatkan bantuan sosial sesuai tujuan program, yakni untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak, kesehatan keluarga, serta peningkatan kesejahteraan rumah tangga.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa bantuan sosial merupakan instrumen perlindungan sosial yang diharapkan mampu mendorong keluarga menjadi lebih mandiri secara ekonomi.
Tidak hanya memberikan materi dalam forum P2K2, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi mengenai graduasi mandiri serta penandatanganan surat pengunduran diri dari kepesertaan program bantuan sosial bagi Keluarga Penerima Manfaat yang dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Langkah tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pendampingan yang selama ini dilakukan oleh para pendamping PKH.
Pendamping PKH Kecamatan Sumberjambe, Robi, menjelaskan bahwa P2K2 bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi menjadi ruang belajar bagi para KPM agar mampu mengelola bantuan yang diterima secara bijaksana dan memiliki semangat untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Menurutnya, bantuan sosial bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, melalui P2K2 pihaknya terus mengedukasi keluarga penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, seperti memenuhi kebutuhan pendidikan anak, menjaga kesehatan keluarga, maupun mendukung kebutuhan pokok.
"Harapan kami, ketika kondisi ekonomi keluarga sudah semakin baik, mereka memiliki kesadaran untuk mengikuti graduasi mandiri sehingga bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan," ujar Robi.
Dia menambahkan, graduasi mandiri merupakan wujud keberhasilan pendampingan sekaligus bentuk kesadaran masyarakat dalam mendukung pemerataan program perlindungan sosial. Oleh sebab itu, proses tersebut selalu diawali dengan sosialisasi agar keluarga penerima manfaat memahami hak dan kewajibannya sebelum mengambil keputusan.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta karena selain memperoleh informasi mengenai pemanfaatan bantuan sosial, mereka juga diberikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga melalui usaha produktif dan pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih baik.
Camat Sumberjambe, Djoni Nurtjahjono, S.H., M.Si. mengapresiasi peran aktif para pendamping PKH yang secara konsisten mendampingi masyarakat hingga ke tingkat dusun.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu membangun pemahaman masyarakat bahwa bantuan sosial merupakan sarana untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan menciptakan ketergantungan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dalam mewujudkan perlindungan sosial yang tepat sasaran, mendorong kemandirian masyarakat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan P2K2, sosialisasi pemanfaatan bantuan sosial, dan graduasi mandiri, Pemerintah Kecamatan Sumberjambe berharap semakin banyak keluarga yang mampu meningkatkan taraf hidupnya hingga secara sukarela keluar dari kepesertaan bantuan sosial. (wd)