logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Penguatan Sistem Komunikasi Radio Kebencanaan se-Jawa Timur Jadi Fokus Utama Rapat Koordinasi di Surabaya

  • 07 Desember 2025
  • Dibaca 461 Kali
Bagikan Via:
penguatan-sistem-komunikasi-radio-kebencanaan-se-jawa-timur-jadi-fokus-utama-rapat-koordinasi-di-surabaya-20251207

Penguatan Sistem Komunikasi Radio Kebencanaan se-Jawa Timur Jadi Fokus Utama Rapat Koordinasi di Surabaya

Surabaya, 5 Desember 2025 — Upaya penguatan sistem komunikasi kebencanaan di Jawa Timur kembali menjadi prioritas melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Radio Komunikasi Kebencanaan dengan tema “Pemetaan Potensi Sistem Komunikasi Radio Penanggulangan Bencana se-Jawa Timur”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 5 Desember 2025, bertempat di Ciputra World Hotel Surabaya, dan dihadiri oleh BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Monitoring Komunikasi dan Informatika, ORARI, RAPI, serta BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk perwakilan dari BPBD Kabupaten Jember.

Rakor ini membahas pemetaan, integrasi, dan penguatan sistem komunikasi radio penanggulangan bencana di seluruh wilayah Jawa Timur. Fokus utama meliputi penggunaan frekuensi yang tepat, kesiapan perangkat, penguatan jaringan repeater, serta percepatan digitalisasi alat komunikasi agar respons bencana dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 05 Desember 2025, dimulai pukul 08.00 WIB bertempat di Ciputra World Hotel Surabaya, Jl. Mayjen Sungkono No.87–89, Kecamatan Dukuhpakis, Surabaya. Peserta dari BPBD Jember berangkat dini hari pukul 03.00 WIB dan tiba kembali di kantor BPBD Jember pada 22.30 WIB.

Kegiatan ini digelar oleh BPBD Provinsi Jawa Timur berdasarkan surat resmi nomor 000.9.4/3264/208.3/2025 tertanggal 2 Desember 2025. Rakor dihadiri oleh berbagai unsur penting, yaitu: BPBD Provinsi Jawa Timur, Balmon Kominfo Jatim, ORARI Lokal Jatim, RAPI Lokal Jatim,BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Kehadiran berbagai lembaga komunikasi dan kebencanaan tersebut memperlihatkan komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas penanganan darurat.

Di tengah ancaman bencana seperti gempa, banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem, komunikasi menjadi tulang punggung utama. Banyak daerah di Jawa Timur masih memiliki keterbatasan sinyal data internet, sehingga radio menjadi alat vital untuk menyampaikan informasi darurat. Melalui rakor ini, setiap daerah didorong segera memenuhi standar perangkat komunikasi dan memastikan jaringan radio terhubung tanpa hambatan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi pada pukul 08.00 WIB, dilanjutkan laporan ketua panitia dan sambutan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur.

Beberapa materi penting yang disampaikan antara lain: Paparan I oleh Balai Monitoring Kominfo mengenai penggunaan frekuensi untuk keperluan tanggap darurat kebencanaan. Paparan II tentang Integrasi & Konektivitas Sistem Komunikasi Radio Antarwilayah untuk kesiapsiagaan bencana. Paparan III mengenai dukungan perangkat & frekuensi radio dalam penanganan darurat bencana di Jawa Timur, dilanjutkan sesi diskusi dan rencana tindak lanjut.

Dalam pertemuan ini, sejumlah rekomendasi disampaikan, antara lain: Kabupaten/Kota yang belum memiliki RPU atau HT agar segera melengkapi perangkat komunikasi. Frekuensi yang digunakan harus mengikuti standar dan arahan Balai Monitoring. Alat analog didorong untuk diintegrasikan ke sistem digital. Setiap daerah wajib mengoptimalkan penggunaan POC (PTT Over Cellular) dan menghubungkannya dengan perangkat yang sudah ada. Wilayah dengan keterbatasan sinyal internet harus mengutamakan komunikasi radio. Daerah yang belum memiliki ISR (Izin Siar Radio) harus segera mengurus perizinan dengan dukungan Balai Monitoring. Pengiriman data kebencanaan harus cepat, tanpa hambatan, sesuai tuntutan era digital.

Melalui rakor ini, BPBD Kabupaten Jember bersama seluruh peserta rapat berkomitmen untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui komunikasi radio yang lebih terstruktur, terpadu, dan sesuai standar nasional. Kegiatan ini bukan hanya menjadi forum koordinasi, namun juga langkah nyata memperkuat rantai komando komunikasi kebencanaan di Jawa Timur.

Galeri Foto