logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Pengurus PPM Syafi'ur Rohman Jadi Sasaran Home Care, Ketua Ponpes Berharap Layanan Juga Menjangkau Santri

  • 26 September 2026
  • Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
pengurus-ppm-syafiur-rohman-jadi-sasaran-home-care-ketua-ponpes-berharap-layanan-juga-menjangkau-santri-20260926

Pengurus PPM Syafi'ur Rohman Jadi Sasaran Home Care, Ketua Ponpes Berharap Layanan Juga Menjangkau Santri

JEMBER, 26 SEPTEMBER 2026 – Program Home Care yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, yang tersedia di wilayah Kecamatan Sumbersari menyasar lingkungan Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Syafi’ur Rohman. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengasuh pondok menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kedatangan program tersebut disambut baik, dan diharapkan kedepannya dapat pula menjangkau para santri di PPM Syafi'ur Rohman.

Ketua PPM Syafi’ur Rohman Jember, Dr. Agung Pangaribowo, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Bupati Jember Muhammad Fawait, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, serta Puskesmas Sumbersari yang telah menjadikan pesantrennya sebagai salah satu sasaran Home Care.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan bagi para pengasuh pondok merupakan hal penting. Sebab, kondisi kesehatan pengasuh berkaitan dengan keberlangsungan pembinaan dan pendampingan para santri.

“Dengan adanya peningkatan dan pengecekan derajat kesehatan dari para pengasuh pondok, ini bisa membantu para pengasuh untuk terus membimbing dan membina para santri dengan baik ke depannya,” ujar Agung, Jumat 25 September 2026.

Ia berharap kolaborasi antara pesantren dengan Pemerintah Kabupaten Jember, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Sumbersari dapat terus terjaga. Serta, layanan kesehatan melalui Home Care tidak berhenti pada pemeriksaan para pengasuh, melainkan juga para santri PPM Syafi'ur Rohman.

“Harapan kami, program ini tidak hanya kepada para pengasuh pondok pesantren. Para santri pondok juga bisa menerima fasilitas atau pengecekan kesehatan,” katanya.

Ia menilai, pemeriksaan kesehatan bagi santri dapat menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara pihak pesantren dan pemerintah dalam mendukung kesehatan warga pesantren.

“Selain pengecekan kesehatan, kolaborasi bisa berlanjut dengan hal yang lain, kaitannya dengan bidang kesehatan,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Sumbersari dr. I Wayan Suardita menjelaskan, lebih dari 20 pengurus pondok mengikuti pemeriksaan kesehatan. Secara umum, kondisi mereka dalam keadaan sehat. Namun, tim menemukan beberapa pengurus yang memiliki tekanan darah tinggi maupun kadar gula darah tinggi.

Selain pemeriksaan, tim Home Care juga memberikan edukasi agar para pengurus yang memiliki tekanan darah maupun gula darah tinggi tetap rutin melakukan kontrol dan melanjutkan pengobatan.

Menurut Dokter Wayan, para pengurus yang memiliki riwayat tersebut pada dasarnya telah rutin menjalani pengobatan dan kontrol di Puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

“Kami sudah edukasi dan pada intinya beliau sudah rutin berobat dan kontrol di Puskesmas maupun rumah sakit terdekat,” katanya.

Kunjungan serupa juga direncanakan kembali pada Oktober mendatang. Puskesmas Sumbersari berharap kunjungan kedua tersebut dapat menjangkau sasaran secara lebih optimal.

Sementara itu, staf Pemtrantib Kecamatan Sumbersari, Fayzal Arif Setyawan, S.STP., berharap masuknya program Home Care ke lingkungan pondok pesantren, khususnya kepada tokoh agama, dapat memberikan manfaat bagi kesehatan para penghuni pondok.

“Semoga pengurus maupun santri di Ponpes Mahasiswa Syafi'ur Rohman senantiasa diberikan kesehatan. Sehingga dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik,” tutupnya. (fat)

Galeri Foto