Peran Ketua Kelompok Pengajian Diperkuat Melalui Bunga Desaku Mini sebagai Agen Informasi Program Pemerintah
- 05 Juni 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Peran Ketua Kelompok Pengajian Diperkuat Melalui Bunga Desaku Mini sebagai Agen Informasi Program Pemerintah
JEMBER, 05 Juni 2026 - Keberhasilan suatu program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan yang diberikan, tetapi juga oleh tingkat pemahaman masyarakat terhadap program tersebut. Berangkat dari kebutuhan tersebut, kegiatan Bunga Desaku Mini yang digelar di Kecamatan Jombang hadir sebagai media edukasi sekaligus penguatan peran masyarakat dalam menyebarluaskan informasi pembangunan.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan menjangkau empat desa, yaitu Desa Sarimulyo, Desa Padomasan, Desa Ngampelrejo, dan Desa Wringinagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke enam desa yang ada di Kecamatan Jombang, dengan dua desa lainnya dijadwalkan mendapatkan sosialisasi pada hari berikutnya.
Berbeda dari kegiatan sosialisasi pada umumnya, Bunga Desaku Mini melibatkan para ketua kelompok pengajian sebagai peserta utama. Kelompok ini dinilai memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat serta memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada warga di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Hermin, S.Pd.I., M.Pd., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Umum Srikandi Laskar Sholawat, menyampaikan materi mengenai program Universal Health Coverage (UHC) dan Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini. Kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi publik.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan informasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat. Ketua kelompok pengajian memiliki peran penting karena mereka dekat dengan warga dan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan berbagai program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Hermin.
Selama sosialisasi berlangsung, suasana diskusi terbilang sangat interaktif. Para peserta secara aktif mengajukan pertanyaan yang mencerminkan kondisi riil di tengah masyarakat. Berbagai isu yang dibahas meliputi mekanisme penggunaan UHC, fasilitas kesehatan yang dapat menerima layanan tersebut, hingga berbagai pengalaman masyarakat saat mengakses pelayanan kesehatan.
Fenomena ini menjadi indikator bahwa masih terdapat kebutuhan besar terhadap informasi yang mudah dipahami dan dapat diakses oleh masyarakat. Banyak peserta mengaku baru mengetahui sejumlah ketentuan dan prosedur yang selama ini belum tersosialisasikan secara maksimal.
"Antusiasme para ibu-ibu luar biasa. Banyak pertanyaan yang disampaikan terkait UHC maupun pelayanan publik lainnya. Ini menunjukkan bahwa masih ada informasi yang perlu terus kita sampaikan agar masyarakat benar-benar memahami hak dan kemudahan layanan yang telah disediakan pemerintah," katanya.
Melalui pendekatan dialogis yang diterapkan dalam Bunga Desaku Mini, peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan permasalahan yang dihadapi warga. Pola komunikasi seperti ini dinilai lebih efektif karena mampu menjembatani kebutuhan informasi masyarakat dengan kebijakan yang telah disiapkan pemerintah.
Kehadiran para ketua kelompok pengajian dalam kegiatan ini juga memiliki nilai strategis. Setelah mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai program UHC dan MPP Mini, mereka diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada anggota kelompok pengajian maupun masyarakat di lingkungan sekitar. Dengan demikian, proses sosialisasi tidak berhenti pada kegiatan formal semata, tetapi terus berlanjut melalui jaringan sosial yang telah terbentuk di masyarakat.
"Harapan kami, setelah kegiatan ini para ketua kelompok pengajian dapat meneruskan informasi yang telah diperoleh kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing. Dengan semakin banyak warga yang memahami program pemerintah, maka manfaatnya juga akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat," pungkas Hermin.
Melalui Bunga Desaku Mini, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan informasi publik kepada masyarakat sekaligus membangun partisipasi warga dalam mendukung keberhasilan program pembangunan. Dengan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap layanan yang tersedia, diharapkan akses terhadap pelayanan publik dapat semakin optimal dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.