logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Arjasa

Percepatan Homecare Jadi Fokus Pembahasan, Kecamatan Arjasa Evaluasi Kendala

  • 06 September 2026
  • Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
percepatan-homecare-jadi-fokus-pembahasan-kecamatan-arjasa-evaluasi-kendala-20260906

Percepatan Homecare Jadi Fokus Pembahasan, Kecamatan Arjasa Evaluasi Kendala

JEMBER, 6 SEPTEMBER 2026 – Upaya mempercepat capaian program Homecare terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember melalui penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya melalui rapat koordinasi dalam rangka percepatan progress capaian Homecare yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Arjasa.

Rapat tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi untuk memastikan pelaksanaan Homecare berjalan optimal hingga ke masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan namun memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan.

Kegiatan dihadiri oleh sejumlah unsur OPD gabungan. Dari Kecamatan Arjasa, hadir Camat Arjasa R.B. Abdul Kadir, S.IP., M.M. beserta jajaran staf. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Ahmad Helmi Luqman, S.Sos., M.M., serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Rachman Hidayat, S.Sos.

Dalam rakor tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada capaian jumlah pelayanan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Homecare. Mulai dari pendataan dan identifikasi sasaran, mekanisme pelaporan, koordinasi antara kecamatan, desa, puskesmas dan OPD terkait, hingga tindak lanjut terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Camat Arjasa R.B. Abdul Kadir menyampaikan bahwa percepatan capaian Homecare membutuhkan keterlibatan bersama, terutama dalam memastikan masyarakat yang menjadi sasaran dapat teridentifikasi dan memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.

“Homecare ini bukan hanya persoalan capaian angka, tetapi bagaimana masyarakat yang memang membutuhkan bisa kita temukan dan kita layani. Karena itu, koordinasi antara kecamatan, desa, puskesmas dan seluruh unsur terkait harus terus diperkuat. Kendala di lapangan harus segera disampaikan agar bisa dicarikan solusi bersama,” ujar Abdul Kadir.

Menurutnya, Kecamatan Arjasa memiliki peran penting dalam membantu mempercepat proses identifikasi dan koordinasi di tingkat wilayah. Dukungan aparatur kecamatan hingga desa diperlukan agar informasi mengenai layanan Homecare dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jember Ahmad Helmi Luqman menekankan pentingnya aspek komunikasi dan penyebarluasan informasi dalam mendukung keberhasilan program Homecare. Masyarakat perlu memahami siapa saja yang dapat memperoleh layanan, bagaimana mekanisme pengajuannya, serta ke mana harus menyampaikan kebutuhan pelayanan.

“Program yang baik harus diketahui masyarakat. Karena itu, komunikasi menjadi bagian penting dari Homecare. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan belum mengetahui adanya layanan ini atau belum memahami bagaimana cara mengaksesnya. Kita perlu memperkuat penyampaian informasi sampai ke tingkat paling bawah,” jelas Ahmad Helmi Luqman.

Ia menambahkan, sinergi antara perangkat daerah menjadi kunci agar pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri. Data, informasi dan perkembangan di lapangan perlu dikomunikasikan secara berkelanjutan sehingga setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti.

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Rachman Hidayat. Menurutnya, percepatan Homecare membutuhkan tata kelola yang terkoordinasi, terutama dalam memastikan setiap unsur mengetahui tugas dan perannya masing-masing.

“Yang kita dorong adalah bagaimana seluruh proses ini berjalan lebih cepat, terarah dan terkoordinasi. Ketika ada kendala di lapangan, jangan berhenti pada persoalan, tetapi harus segera dicari jalan keluarnya. Kecamatan, desa, puskesmas dan OPD terkait harus memiliki komunikasi yang kuat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” ungkap Rachman Hidayat.

Dalam pelaksanaannya, Homecare menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang mendekatkan layanan kepada masyarakat. Karena itu, prosesnya membutuhkan dukungan sejak tahap pendataan sasaran, verifikasi kebutuhan, koordinasi tenaga dan fasilitas kesehatan, pelaksanaan kunjungan, hingga pencatatan dan tindak lanjut setelah pelayanan.

Dengan sinergi lintas OPD yang semakin kuat, percepatan capaian Homecare di Kecamatan Arjasa diharapkan tidak hanya meningkatkan angka pelayanan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan Homecare bukan sekadar tentang seberapa banyak layanan diberikan, melainkan tentang seberapa jauh pelayanan kesehatan mampu hadir mendekati masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan. (aza)

Galeri Foto